Daftar / 2025-12-05

[FULL] Pidato Presiden Prabowo untuk Atlet Sea Games 2025: Bertanding Harus Sepenuh Hati

5 Des 2025 METRO TV 19:25 full_media transcript_panel 1 unggahan

Sumber

Video kanonik
SrjfNdzQO54
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/SrjfNdzQO54.json
Jumlah token
1.316
Kata unik
536
Durasi
19:25 (1.165 detik)
Bahasa
Indonesian (auto-generated)
Metode
transcript_panel
Commit engine
7ad3851ac0ad

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik SrjfNdzQO54
[FULL] Pidato Presiden Prabowo untuk Atlet Sea Games 2025: Bertanding Harus Sepe
METRO TV 2025-12-05 1.316 panel transkrip ok

Sinyal kebijakan: MBG

Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0

Topik yang terdeteksi

nasional dan identitas 55 kesehatan dan gizi 3 pertahanan dan keamanan 2 ekonomi 1 tata kelola 1

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat sore. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati para menteri koordinator, para menteri, kepala badan, para wakil menteri, dan seluruh anggota kabinet merah putih yang hadir di sini.
Hari ini yang hadir Menteri Pemuda dan Olahraga tentunya Saudara Erik Thhir, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. PTIK, Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet RI, Saudara Tedi Indrawijaya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Saudara Taufik Hidayat, Ketua Umum Cabang Olahraga yang hadir ee Ketua Persatuan Atletik Indonesia Jenderal TNI Pnawirawan Luhud Panjaitan, Ketua ee pejabat ketua kali ya, Ikatan Pancasilat Saudara Sugiono.
Sepertinya saya masih ketua belum diganti ya. Mohon segera diganti. Sudah berapa puluh tahun saya ketuanya. Ketua Ikatan Sport Sepeda Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo. Ketua Umum Persatuan Yudo Jenderal TNI Maruli Simanjutak. Beliau juga pejudo, sabuk hitam, juara Angkatan Bersenjata Asia Tenggara pada saat itu. [tepuk tangan] Ketua Aquatik Indonesia, Saudara Anindian Bakri, Ketua Persatuan Tenes, Saudara Nurdin Khalid, Ketua Persatuan Basket, Saudara Budi J.
Mandono. Ada ketua-ketua lain yang hadir? Ada. Berdiri. Berdiri. I, Pak. Iya. Tolong perkenalkan dirimu. Ketua Umum Tund Indonesia, Pak. Iya. Prof. Dr. Ketua Indonesian Republik. Ketua anggar seluruh Indonesia anggar. Anggar anggar ya. Anggar. Oh terima kasih ya.
Perbakin. Oke. Siapa lagi? Ada. Iya. Ketua Indonesia Pak. Apa? F ketua apa? Football Indonesia. Football. Football. Woodball. Oh, ada yang baru-baru ini ya. Saya silakanus ketua umum piring terbang. Piring terbang. Oh, oke. Begitu ya. Baik. E ada lagi ketua cabur.
Terima kasih. Enggak, kenapa saya ingin disebut satu-satu ketua cabur? Karena menjadi ketua cabang olahraga di Indonesia itu adalah pekerjaan yang tidak ada terima kasihnya. I [tepuk tangan] dan pengorbanan yang tak berhenti-berhenti. Saya juga heran masih mau ada yang jadi ketua cabor ini.
Mungkin harus di ada sedikit keanehan orang yang masih mau begitu ya. Tapi ini berarti mereka ada patriotisme, mereka ada cinta tanah air. Saudara-saudara sekalian, ee Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Saudara Raja Sapta Oktohari. Saudara-saudara sekalian yang saya hormati dan saya banggakan. Para atlet cabang olahraga, pelatih official dan kontingan. kebang Indonesia pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun 2025.
Kita tentunya ee sebagai insan bertakwa tidak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur kehadirat yang Tuhan yang maha kuasa atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita sehingga hari ini kita dapat berkumpul di sore hari ini di acara pelepasan kontingen Indonesia yang akan bertanding di SEA Games 2025 di Thailand. Kalau tidak salah sebagian sudah ada yang berangkat, sebagian sudah ada yang bertanding. Ya, Saudara-saudara ee saya tidak ingin terlalu banyak bicara.
Saudara semuanya ee telah berlatih, telah diseleksi, dan saudara-saudara telah mendapat suatu kehormatan yang tidak jarang diberikan kepada seorang putra atau putri bangsa kita. Saudara-saudara dapat kesempatan kehormatan, diberi takdir oleh maha kuasa untuk mewakili bangsa Indonesia, untuk mewakili bangsa kita yang adalah bangsa keempat terbesar di dunia.
Hampir 300 juta orang menepati gugusan kepulauan terbesar di dunia. Wilayah kita sebesar Eropa. Eropa 27 negara. Kita satu negara. Saudara-saudara sekalian, ini kehormatan besar. Saya sempat menjadi jenderal, sempat menjadi perwira tinggi menjadi ketua umum sebuah partai.
Sekarang saya takdir, takdir saya menerima mandat sebagai presiden Republik Indonesia. Tapi saya tidak pernah mendapat apa yang dulu sebagai pemuda saya mimpikan. Sebagai anak muda waktu itu saya bermimpi apakah suatu saat saya bisa mewakili bangsa saya di medan olahraga dunia. Dan saudara-saudara sekarang mendapat kehormatan itu.
Mereka-mereka ini ketua-ketua cabang adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Mereka mencapai karier dengan penuh pengorbanan. Dan di saat mereka sudah di puncak karya mereka, mereka masih mau mengabdi tanpa terima kasih. [tepuk tangan] Yang dapat medali, Saudara, tapi mereka didorong oleh cinta tanah air. Mereka ingin mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. dihormati oleh bangsa-bangsa lain. [tepuk tangan] Jadi, anak-anak muda, putra-putri bangsa Indonesia yang saya hormati, saya hanya bisa pesan, berbuatlah yang terbaik yang kau bisa berbuat. Berikan yang terbaik. Berikan segala yang bisa kau berikan. Karena ini adalah ajang membela kehormatan seluruh bangsa Indonesia. Kau adalah wakil-wakil dari hampir 300 juta anak Indonesia. [tepuk tangan] Kami sebagai pembina, kami berdoa saudara akan menjadi wakil yang baik.
Kumandangkan, kumandangkan Indonesia Raya di hadapan bangsa-bangsa lain. Tidak ringan. Saya mengerti tidak ringan karena bangsa kita menghadapi banyak masalah. Sekarang pun saudara-saudara kita masih banyak yang menderita musibah, doa kita, pikiran kita sama mereka.
Tapi kita tidak boleh surut, tidak boleh sedikit pun mengurangi semangat kita. Kita bangsa yang kuat. Bangsa yang tabah, bangsa yang tidak menyerah, bangsa yang tidak akan gentar menghadapi apapun. Biar badai menimpa kita, kita akan kokoh, teguh sebagai batu karang di tengah samudra.
Kita akan urus saudara-saudara kita yang menderita musibah. Tapi kita tidak bisa berhenti, tidak bisa nangis. tidak bisa merenung. Kita kerja keras di semua bidang. Saudara dapat tugas yang sangat mulia, bela negaramu. Bela negaramu. Dan kalau kau berhasil, namamu tidak akan hilang dari pembicaraan, dari ingatan, dari narasi seluruh rakyat Indonesia.
Bagi mereka yang berhasil, saya sudah memberi petunjuk ke Menpora ya. Ee kau bisa lihat pendahulu-pendahulumu yang berhasil dapat medalimas. Negara akan memberi tempat yang terbaik. pemenang pemenang medalimas kita di Olimpiade sekarang sudah sudah menjadi perwira.
Siap. Sudah. Pangkatmu apa sekarang? Siap. Gag. Oh, gagah sekali kau. Oh, siap, Mbak. Siap. Sudah diterima menjadi ee PNS. Izin. Terima kasih ya. Jadi putra-putra kita, putri-putri kita yang membela kehormatan dan nama baik bangsa kita selalu akan menghargai.
Terima kasih. Untuk itu bertandinglah dengan sepenuh hati, konsentrasi, keberanian percaya diri ya. Jag jaga disiplin selalu rendah hati berbuat yang terbaik. Kekuatan kadang-kadang kalau kekuatan dari dalam kekuatan itu bisa melebihi perkiraan manusia. Kalian harus gali kekuatan dari dalam dalammu ya.
Yakinkan dirimu dulu baru saudara akan mendapat suatu ee prestasi yang mungkin di luar dugaan orang. Kita akan dorong saudara-saudara Menpora bagaimana yang dapat medalimas akan kita kasih insentif. Selama ini anggarannya 500, Pak. Oh, anggaran 500. Iya. Bisa dinaikkan jadi R miliar begitu? Bisa [tepuk tangan] kan?
Siap, Pak. M bisa. Siap. Silakan. Alhamdulillah. Jadi [tepuk tangan] saya yakin saudara bertanding tidak semata-mata karena uang. Tapi dari muka saudara-saudara kelihatan kalau mendapat penghargaan seperti itu akan sangat membantu karu. Benar atau tidak? Betul.
Jadi ini bukan kita ya semua dinilai dengan materi. Tidak tidak bisa. Tapi kau harus yakin bangsa kita bangsa yang besar. Bangsa kita mengerti, menghormati jasa-jasa para pahlawannya. Saudara-saudara, olahraga adalah lambang dari kehidupan. Olahraga adalah analogi kehidupan.
Sejarah olahraga olimpiade itu adalah semua olahraga keprajuritan. Lari, lempar lembing, tolak peluru, lompat tinggi, lompat jauh. semua menembak panahan naik kuda, semua olahraga kesatria, olahraga pendekar. Karena itu sangat prestisius, bangsa yang unggul di olahraga adalah bangsa yang punya jiwa yang kuat.
Ingat itu saya sudah bicara sama Menpora. Kita akan bertekad untuk mengadakan pembinaan olahraga jangka panjang. Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar. Saya minta sekitar minimal 500 hektar pusat itu. [tepuk tangan] Enggak ada pusat olahraga yang 5 hektar, 8 hektar. Tidak.
Di situ nanti kita bangun state of the art. Kita akan kirim anak-anak kita ke mana saja untuk belajar. Kita akan datangkan pelatih-pelatih yang terbaik dan kita akan bina dari usia dini. Kita didik dari umur 8 tahun. Kita akan bikin pembinaan pusat latihan jangka panjang.
Ya, sekarang SEA Games, nanti Asian Games ya Olimpiade, tapi kita juga berpikir lebih jauh jangka panjang. Saya percaya dengan pembinaan seperti ini 300 juta pasti melahirkan banyak pendekar-pendekar, pahlawan-pahlawan muda yang akan mengangkat nama. Angkat nama harum bangsa Indonesia.
Kita terlalu kadang-kadang terlalu rendah hati. Enggak apa-apa. Biar biar kita jangan terlalu diperkirakan. Tiba-tiba kita muncul ya muncul sebagai negara yang hebat. Itu harapan kita semua. Terima kasih semangatmu. Negara dan bangsa menunggu prestasimu. Terima kasih. Selamat berjuang.
Semoga Tuhan yang maha besar melindungi saudara-saudara dalam perjuanganmu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera kita sekalian. Shalom. Salve om. Santi shanti shanti om. Namo budhaya. Merdeka merdeka. Kurang semangat. Merdeka merdeka merdeka merdeka.
Begitu anak muda ya. [tepuk tangan] Salam olahraga jaya. Salam olahraga jaya. Jaya jaya. Jaya. Jaya jaya jaya. Begitu maju. Terima kasih. [tepuk tangan] [tepuk tangan] Bapak, Ibu, para tamu undangan yang kami hormati. Pada kesempatan yang berbahagia ini, Bapak Presiden Republik Indonesia berkenan untuk bersalaman dengan para atlet.

← 28 Nov 2025 · 25 Des 2025 →