Daftar / 2026-06-23
🔴BREAKING NEWS - Pidato Presiden Prabowo di Penutupan Munas Alim Ulama & Konbes NU
23 Jun 2026
KOMPASTV
37:35
media
transcript_panel
6 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- LVv2n7Yc87E
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/LVv2n7Yc87E.json
- Jumlah token
- 2.393
- Kata unik
- 794
- Durasi
- 37:35 (2.255 detik)
- Bahasa
- Indonesian (auto-generated)
- Metode
- transcript_panel
- Commit engine
- 7ad3851ac0ad
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | LVv2n7Yc87E
[FULL] Pidato Prabowo di Penutupan Munas dan Konbes NU, Singgung Tambang Ilegal |
KOMPASTV | 2026-06-23 | 2.350 | caption API | ok |
| kanonik | cFo77KlaYEU
🔴BREAKING NEWS - Pidato Presiden Prabowo di Penutupan Munas Alim Ulama & Konbes |
KOMPASTV | 2026-06-23 | 4.808 | panel transkrip | ok |
| GB_4IuWGdHQ
BREAKING NEWS - Pidato Presiden Prabowo di Penutupan Munas Alim Ulama |
METRO TV | 2026-06-23 | 2.385 | panel transkrip | ok | |
| bo0MqM07bcs
[FULL] Kejutan Pidato Prabowo di Munas NU, Blak-blakan Kebocoran Anggaran |
MerdekaDotCom | 2026-06-23 | 2.287 | caption API | ok | |
| qlqjxqEKYXQ
🔴LIVE - Presiden Prabowo Pidato Penutupan Munas-Konbes NU 2026 |
MerdekaDotCom | 2026-06-23 | 4.584 | panel transkrip | ok | |
| rn96VRQ4SgY
Pidato Lengkap Presiden Prabowo Subianto di Musyawarah Ulama PBNU Bangkalan #Ber |
BeritaSatu | 2026-06-23 | 2.358 | caption API | ok |
Sinyal kebijakan: MBG
Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 159 ekonomi 14 tata kelola 14 pertahanan dan keamanan 12 pangan 6 pendidikan 3 kesehatan dan gizi 3
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan maha besar, Tuhan maha kuasa yang memiliki sekalian alam.
Hanya kepadalah kita berdoa dan hanya kepadalah kita memohon pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, atas segala kebaikan kedamaian yang diberikan kepada bangsa kita dan atas nafas dan kesehatan yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini pada [berdehem] kegiatan Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdatul Ulama 2026.
Saudara-saudara sekalian yang saya hormati dan saya banggakan. Rais AM Pengurus Besar Nahdatul Ulama beserta seluruh jajaran PBNU yang menyelenggarakan acara mulia ini. Dihadiri Ketua [mendengus] Majelis Perutusan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Ahmad Muzani.
[tepuk tangan] Ketua Umum PBNU K. H. Yahya Kholil STAQ. Yang saya hormati Wakil Rais PBNU yang sekaligus adalah Ketua MUI. Bapak K. H. Anwar Iskandar, [berdehem] Ketua PWNU Jawa Timur, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, K. H. Abdul Hakim Mahfud. Yang saya hormati Khatib AM PBNU K. H. Ahmad Said Asrori.
Yang saya hormati, yang saya muliakan para kiai, alim ulama, para ibu nyai, para santri dan santriwati, Kia sepuh yang hadir dalam konferensi besar ini. Gubernur Jawa Timur, Saudari Kofifah Indar Parawansa yang sekaligus adalah Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU [tepuk tangan] beserta jajaran Forimda Jawa Timur yang hadir, para menteri koordinator yang hadir, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang turut hadir hari ini. Menteri Koordinator Pangan Saudara Sulifli Hasan, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Saudara Agus Harmurti Yudoyono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Saudara Bahlil Lahadalia.
Kok tepuk tangannya keras banget. Apa gara-gara harga BBM enggak naik? Yang bikin enggak naik presiden bukan Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi ya. Menteri Sosial yang juga adalah Sekjen PBNU, Saudara Saifulah Yusuf, lebih dikenal Gus Ipul. [berdehem] Coba cek pakai kaos kaki enggak?
Waktu saya kenal dulu enggak pakai kaos kaki. [tertawa] Sekarang sudah jadi menteri. Menteri Agama K. H. Nasaruddin Umar. Yang saya hormati [tepuk tangan] Menteri Agraria dan Tata Ruang, Saudara Nusron Wahid, [bersorak] Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Saudari Arifah Khoiri Fauzi.
Ini kabinet merah putih ini banyak sekali NU-nya ya. [tertawa] NU memang hebat. [tepuk tangan] Selalu berada di mana-mana. I kan semua partai NU hadir. Jadi NU enggak pernah kalah. Hebat. Hebat. Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU. [tertawa] Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo. Coba kalau datang ke NU, tentara pun pakai kopiah, polisi pakai kopiah gitu. Padahal enggak ada dalam peraturan enggak ada PDL topinya ini kan ditentukan. Berarti harus dirubah ya PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah. K.
[tertawa] [berdehem] Sekretaris Kabinet RI saudara Tedi Indrawijaya. [bersorak] [bersorak] Gimana sih ini? [tertawa] Bahlil sekarang Teddy. Yang ee saya hormati para kiai mustasyar, dewan penasihat Rais Suriah, pengawas katib awan NU, para ulama terpandang, pimpinan dan keluarga besar Ansor Fatayat NU dan Muslimat NU. Yang saya hormati para pengurus PBNU, PWNU, dan PCNU seluruh Indonesia. Yang saya hormati dan saya banggakan, para kiai pengasuh Pondok Pesantren dan zuriah keturunan Saikona Kholil Bangkalan yang tidak saya sebut satu-satu tanpa mengurangi rasa hormat saya.
serta seluruh hadirin undangan dan rekan-rekan pers media yang hadir. Hadir di sini juga mantan ketua umum PBNU 2010-2021 K. H. Agil [tepuk tangan] Rais Suriah Syekh Ali Akbar Marbun dari Medan. Pengasuh pesantren Lirboyo, K. H. Kafhi, [tepuk tangan] pengasuh pesantren Sukorejo, Sitobondo lor Azaimbrahimi.
Pengasuh pesantren Ora Haji Sleman, K. H. Miftah Maulana Habiburrahman. Pengasuh pesantren Tebu Ireng, K. H. Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambak [mendengus] Beras K. Haj Hasy Wahab Hasbullah. [mendengus] Kiai Haj Abdullah Ubab Maimun Zubair tadi sudah buyai Masruroh [mendengus] Rais Suryoh PBNU K. H. Prof. Muhammad Nuh.
Terima kasih. pimpinan pondok pesantren semuanya yang saya hormati. Di sini ada 67. Ee jadi [tertawa] saya tidak sebut satu-satu tanpa mengurangi rasa hormat saya itu kecuali diperintah oleh Rois AM saya bacakan semua ini. [mendengus] Ee saudara-saudara, saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah-tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdatul Ulama 2026.
Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nadatul Ulama. [tepuk tangan] Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya. ee [berdehem] masalah memang saya kenal ee keluarga besar Nadatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya ee tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta dan ee eyang saya yang putri saya memang ee dari NU.
[tepuk tangan] Ee dan juga ada satu ciri khas yang saya [mendengus] dari dulu perhatikan bahwa Nadatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik. Sampai-sampai lagunya NU yang ditulis atau dibuat sebelum Indonesia merdeka, tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta tanah air yang luar biasa.
Dan ini masih dipertahankan. Setiap acara NU saya perhatikan lagu Syuhbanul Wathon tidak pernah tidak dinyanyikan. Terima kasih. Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan. Kepalan. Ini luar biasa. Ini saya ini [mendengus] belum ada Kopasus. NU sudah lebih dari Kopasus.
[tertawa] sekarang apa itu ya TNI kan ada itu kalau foto salam komando NU sudah dulu [mendengus] sebelum kemerdekaan sudah salam komando itu. Jadi saya terima kasih [berdehem] saya diundang dan terima kasih atas ee dukungan [berdehem] keluarga besar NU. Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit.
Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara. Saudara-saudara sekalian, karena itu saya yakin dan percaya bahwa Nadatul Ulama akan selalu punya peranan yang positif, yang baik untuk bangsa dan negara. Nahdatul Ulama organisasi para kiai, para ulama.
Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai, para ulama paham, mengerti apa yang [berdehem] dirasakan rakyat. Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah.
Karena itu ada suatu perkembangan alamiah karena tentara, pejuang, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat. Karena itu ulama pemerintahan, tentara kepolisian sesungguhnya paham dan mengerti perasaan rakyat. Boleh dilanjut. Aduh, ini harus patuh sama kiai. Kalau di di sini di istana nanti kiai patuh sama saya gitu.
Itu namanya ulama sama umarah. Bersatu untuk negara dan bangsa. [tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya kita mengerti apa yang dirasakan rakyat kita. Saudara-saudara sekalian, [menghela napas][berdehem] saya dilantik tanggal 20 Oktober tahun 2024 di hadapan seluruh rakyat.
Saya disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan segala perundangan-undangan yang berlaku. Saya disumpah saya harus menjalankan dan [berdehem] kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan.
Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya. Tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya. bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka, apalagi sudah saya menjadi presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta, saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali [berdehem] penyimpangan-penyimpangan yang kita yang kita membiarkan penyimpangan-penyimpangan ini.
Menurut keyakinan saya, inilah yang membuat bangsa kita [mendengus] dalam keadaan sekarang di mana kita harus mengakui terlalu banyak [berdehem] kekayaan negara yang hilang, yang diambil. dari hak rakyat, hak bangsa memperkaya segelintir orang saja. Bahkan kekayaan tersebut terlalu banyak mengalir ke luar negeri, tidak tinggal di bangsa Indonesia.
Jadi kesulitan yang kita alami alami sekarang kita harus berani menghadapi. Kita harus berani menghadapi kenyataan. Karena itu saya di depan konferensi besar ini walaupun penutupan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan beberapa pandangan saya.
Yang pertama, [mendengus] hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu, [tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, Saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan. Saya sendiri, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat beberapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini.
Ini bukan kita cari kesalahan. Kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat.
[tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi beberapa data. Karena apa? Para ulama adalah pemimpin yang paling dekat sama rakyat. Para ulama berhak untuk mengerti. Saudara-saudara sekalian, saya baru saja tadi meresmikan 1000 151 km jalan, jalan desa, jalan daerah.
1000 km jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun. 5,4 triliun bisa membangun 1000 km. [mendengus] Bayangkan kalau 20 triliun berapa ribu jalan yang bisa kita bangun? Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita? Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki, Saudara-saudara? 5 triliun 1000 km.
Kita butuh ribuan kilometer jalan. Kita butuh ribuan jembatan. Kita butuh ribuan kilometer kereta api. Saudara-saudara sekalian dan begitu banyak uang kita menguap, hilang. Dan ini pemerintah yang saya pimpin. Saya bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini.
[tepuk tangan] Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektar kebun kelapa sawit yang melanggar hukum [tepuk tangan] yang tidak sesuai peraturan, yang bikin kebun di hutan lindung. yang memalsukan laporan. Kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin.
Tambang-tambang tanpa izin. Jadi dianggap seolah-olah enggak ada negara. Ada satu tambang yang sudah dijalankan 8 tahun tanpa izin. Tenang saja dia. Dan ada tambang-tambang yang tiap bulan keluar ratusan miliar. Tiap bulan. emas, perak, logam-logam yang sangat mahal.
Sampai hari ini penyelundupan masih berjalan. Sudah kita kerahkan angkatan laut, sudah kita kerahkan biay cukai, sudah kita kerahkan ribuan prajurit masih saja, Saudara-saudara. Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat sangat sangat kaya.
Karena itu kuncinya adalah pemerintah harus bersih, pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup, tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia. Ini tidak ringan. Ini tidak ringan. Saya mengerti ini tidak ringan. Tapi apa boleh buat? Apapun harus kita kerjakan untuk supaya [berdehem] negara kita selamat.
Tidak ada negara yang bisa selamat kalau resources-nya, sumber-sumber dayanya diambil terus. rakyat banyak yang miskin. Saudara-saudara sekalian, saya ingin menampilkan beberapa angka. Angka ini mungkin tidak menyenangkan bagi banyak [berdehem] pihak, tapi harus kita hadapi, Saudara-saudara. Kita mengerti dan kita paham bahwa selama 7 tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5% tiap tahun.
7 tahun 5 berarti 35% pertumbuhannya. logikanya selama 7 tahun Indonesia tambah kaya 30% 35%. Tapi kenyataannya itu yang saya katakan, saya merasa ditohok waktu saya jadi presiden. Ini data ini muncul katakanlah 2 bulan setelah jadi presiden. Kenyataan bahwa setelah 7 tahun tumbuh 5% masa penduduk miskin tambah.
Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh yang anomi. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan turun, Saudara-saudara. Katanya negara tambah kaya 30%. to rakyat miskin tambah kemudian kelas menengah berkurang dan ini juga yang harus kita waspadai bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Jadi saya kembali, Saudara-saudara bahwa akhirnya harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru.
Sistem ini keliru. Karena apa? Kalau orang miskin tambah yang menengah juga berkurang, berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang saja. Dan ini tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi kita, cita-cita kemerdekaan kita tidak sesuai dengan keinginan pendiri-pendiri bangsa kita. Kita merdeka. Kita ingin rakyat kita hidup dalam keadilan dan kemakmuran. Dan kemakmuran tidak bisa dengan sistem yang keliru seperti ini. Ini yang saya yakini. Dan ini yang akan saya kerjakan [berdehem] untuk saya penuhi sumpah saya kepada rakyat, untuk menjaga kepentingan rakyat sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik. Saudara-saudara sekalian, saya sudah katakan dalam buku saya belasan tahun yang lalu dan belum pernah dibantah sampai hari ini.
Belum ada profesor-profesor ekonomi yang bisa bantah saya. Padahal saya bukan ahli ekonomi, tapi angka adalah angka, matematik adalah matematik. Saudara-saudara, apa yang saya sampaikan belasan tahun yang lalu yang terjadi di Indonesia ini adalah mengalir keluar kekayaan bangsa Indonesia ke luar negeri. Dalam bahasa yang keren, bahasa Inggris yang terjadi adalah net outflow of national wealth.
kekayaan nasional kita mengalir ke luar negeri dan sekarang ini ini diakui oleh PBB angka-angka PBB mendukung premis saya sekian belas tahun yang lalu dari PBB Comade ya United Nations com Trade yang diolah oleh Dewan ekonomi nasional kita. Kalau kita lihat selama 22 tahun, bangsa Indonesia sebagai bangsa sebenarnya telah untung.
Hanya 5 tahun kita tidak untung. Agak kurang tapi dari 22 tahun, 17 tahun kita untung. Dan keuntungan kita adalah 436 miliar dolar selama 22 tahun kali 17.000 berapa triliun. Kemudian kalau kita lihat selama 42 tahun kekayaan kita sebenarnya adalah 683 miliar dolar.
Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar. Kalau darah kita tiap hari darah kita keluar di ujungnya badan kita kolaps mati. Begitu kayanya republik kita. Tiap tahun kekayaan kita diambil keluar. Kita masih berdiri, Saudara-saudara sekalian.
Jadi, kita lihat dari neraca itu inflow, outflow. Kita lihat di sini selama 22 tahun uang yang keluar [berdehem] itu 343 miliar. Jadi keuntungan 436, yang keluar 343. yang tinggal adalah sedikit sekali dibandingkan yang keluar. Ini angka di depan di depan kita, Saudara-saudara sekalian. Apa yang harus kita ambil kesimpulan?
Ternyata sekali lagi dari PBB yang terjadi adalah nah yang disebut under invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi. Setelah kita hitung ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun atau 15.000 triliun.
15.000 triliun, Saudara-saudara. Ini semua data keluar. Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara [berdehem] NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? kurang.
Iya kan? Karena uangnya enggak ada diambil terus. Saudara-saudara, kebocoran kita kita hitung para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar tiap tahun. 2.500 triliun tiap tahun, Saudara-saudara sekalian. Dan ini sedang saya perbaiki semua, Saudara-saudara.
Ada perusahaan milik negara BUMN jumlahnya luar biasa. Waktu saya jadi presiden, saya baru tahu. Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu jumlahnya 1.000 lebih. Sekarang kita sudah tutup. Kurang lebih berapa menseknek? Kurang lebih sudah 240 yang kita tutup.
Enggak ada yang untung. Rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat 200 kalau tidak salah. ee kita ujungnya akan ee menutup kurang lebih ee 800 perusahaan negara, minimal 700 lah. Anda bisa bayangkan yang sudah kita tutup 240. Iya benar. Meneknek 240 itu kalau dihitung umpamanya empat direksi sama 4 komisaris itu 8 * 200 1600.
Kalau gajinya masing-masing Rp50 juta sebulan. Berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi minta bonus lagi, Saudara-saudara. Sudah kita tutup. Kita menghemat triliunan hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang enggak benar. Dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka. Ah.