Daftar / 2026-07-20
[FULL] Pidato Presiden Prabowo Di Sidang Kabinet Paripurna | Breaking News tvOne
20 Jul 2026
tvOneNews
1:26:58
full_media
caption_api
2 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- p7G73zBiow4
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/p7G73zBiow4.json
- Jumlah token
- 5.868
- Kata unik
- 1.482
- Durasi
- 1:26:58 (5.218 detik)
- Bahasa
- Indonesian (auto-generated)
- Metode
- caption_api
- Commit engine
- 7ad3851ac0ad
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | p7G73zBiow4
[FULL] Pidato Presiden Prabowo Di Sidang Kabinet Paripurna | Breaking News tvOne |
tvOneNews | 2026-07-20 | 5.868 | caption API | ok |
| RN1KK-VBoUg
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna |
KOMPAS TV LAMPUNG | 2026-07-20 | 3.475 | panel transkrip | ok |
Sinyal kebijakan: MBG
Sinyal total 3 · token eksak 2 · frasa penuh 0 · ambigu 0
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 171 ekonomi 54 pangan 33 kesehatan dan gizi 32 pendidikan 29 tata kelola 17 pertahanan dan keamanan 3 mbg 3
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
[musik] dan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun. Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat di tahap tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan.
Dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri di tahun-tahun ini menjelang kita 2 tahun, kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat. Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita.
Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar. kita menghadapi dunia yang penuh ee pergolakan dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama. Kita tidak berm untuk cari kesalahan. Kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan. Tiap masa ada perintahnya. [mendengus] Perintah ada masanya.
Tiap masa ada pemimpinnya. Tiap pemimpin punya masanya. Kita tidak bermaksud, tetapi kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan. Kita di sini politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat.
Dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menut dengan masalah. Kita tidak boleh kesulitan takut dengan kita paham bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang. Kita kekurangan. Kita paham. Seluruh bangsa paham. bahwa gaji guru-guru kita kurang. Kita paham bahwa lapan kerja kita kurang.
Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem. Kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti. Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan. Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan di mana-mana. Saya sendiri sebagai presiden, sebagai yang diberi mandat bersama saudara wakil presiden, kita disumpah saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita.
terjadi suatu distorsi terhadap perekonomi kita telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik under ininvoicing, pemalsuan laporan. Under enforcing adalah pemalsuan laporan perdagangan.
Praktik-praktik transfer pricing, praktik-praktik penyelidupan, hal-hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita. Dan ini bukan data dari kita. Ini data internasional. Ini data dari lembaga-lembaga internasional, ini data dari PBB di antaranya.
Tapi seluruh bangsa sudah merasakan. Semua pelaku ekonomi sudah mengerti hal ini di dalam negeri dan di luar negeri semua tahu. Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng. Sesuatu yang tidak masuk di akal, Saudara-saudara.
Ya. Jadi, Saudara-saudara, kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar dengan masalah yang vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan.
Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam 1 tahun lebih 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil. Kita rendah hati. Kita tidak mau. Kita tidak mau apa? Menupuk-nupuk dada. Kita tidak mau. Dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong. itu watak kita sebenarnya.
Watak bangsa kita ojo dumeh. Tetapi kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati dan menghargai pahlawan-pahlawannya.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memahami kesulitan dan tantangan yang dihadapinya, tapi juga bisa menghormati dan menghargai prestasi yang dia capai. Saudara-saudara, tanpa kita sadar karena kita sibuk dengan bekerja, kita ternyata dalam tahap ini ada hal-hal yang sangat membanggakan, Saudara-saudara.
setiap negara, [berdehem] setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya? itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka? Untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah makan pangan.
Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan, Saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Punah, peradaban punah.
Kalau tidak ada makan untuk menjamin pangan perlu air, perlu lingkungan yang dilestarikan, perlu lahan yang subur, perlu kebijakan yang benar. Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali? Apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dan harga yang terjangkau?
Kita bertanya, apakah anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah? Saudara-saudara, saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan.
Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, [berdehem] tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi. memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting.
Sebagian besar juga tidak banyak yang tidak makan mangga ke sekolah kita dituduh pemborosan. Kita dibilang ekonomi mau collaps. Harga saham akan ambruk, mata muang akan melemah. Alasannya karena boros. Saudara-saudara, saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita.
Saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal. Benar. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari perjuangan lama, lahir dari pengalaman penjajahan, lahir dari imperialisme. Apa arti imperialisme? ee imperialisme artinya adalah diambilnya kekayaan sebuah bangsa ke oleh bangsa lain.
Dan masalah inilah yang membuat kita lemah dan tidak berdaya. Sehingga pendiri-pendiri bangsa kita melalui perjuangan berat dan lama dan berujung di suatu perjuangan fisik, mereka memiliki filosofi. Mereka telah merumuskan suatu filosofi. Filosofi adalah Pancasila.
Dan Pancasila ini adalah suatu filosofi yang utuh, yang integralistik. Di situ ada pemahaman ekonomi. Ekonomi Pancasila harus ekonomi yang juga berkeadilan. Dan itu jelas-jelas tertera tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. ya yang sedang kita jalankan. Kita sedang menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Kita sedang menjalankan pasal 33. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Ini jangan dianggap suatu slogan atau suatu retorika yang indah. perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Berarti seluruh anak bangsa ini bagian dari keluarga besar NKRI.
Tidak boleh ada satu elemen, satu pihak yang menindas pihak lain. Tidak boleh ada satu elemen yang memborong kekayaan bangsa sehingga yang lain tidak bisa nikmati. Ini arti daripada ekonomi berdasar atas azas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Jadi ini bukan sesuatu yang perlu ditafsirkan. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemampuran rakyat. Harus digunakan ya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemampuan rakyat, Saudara-saudara.
juga kita juga melihat pasal 34 ini perintah undang-undang fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Ini sedang kita jalankan pasal 3 untuk mengamankan sumber daya ekonomi supaya kita dapat uang. Dari pasal 3 kita menjalankan pasal 34.
Jadi itulah kita tidak boleh membiarkan anak-anak orang miskin terus miskin. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak tidak ada harapan sekolah. ini sudah kita jalankan. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah.
Memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak.
Saudara-saudara, karena itulah kita menjalankan pemerintahan dengan bekerja dengan sangat keras. Saya terima kasih kepada seluruh anggota kabinet. Sebagian dari saudara-saudara bekerja tanpa diawasi karena saya konsentrasi kepada hal-hal penting dalam 2 tahun ini. Tapi saya lihat saudara-saudara berinisiatif, saudara-saudara masing-masing bekerja dan bersama kita telah mencapai prestasi-prestasi yang menurut saya cukup membanggakan.
Mungkin sedikit pemerintahan di dunia mencapai apa yang kita mencapai. Masalahnya masih lebih banyak, cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat sekarang apa yang kita sudah capai. Bulan ini akan collaps. Bulan ini akan collaps. Bulan ini akan collaps.
Ternyata semakin hari semakin kuat. Semakin hari semakin kuat. Dunia sedang perang. Banyak negara termasuk risau dan panik. Masalah pangan kita sudah duluan. Swas bada pangan. Masalah energi pun kita menghadapi kesulitan, tapi kita lebih siap dari yang lain. Ini bukan untuk membuat kita lengah.
Ini bukan untuk membuat kita cepat puas. Tidak. Tapi, Saudara-saudara, capaian kabinet merah putih yang 110 112 masalah itu saya minta dibagikan ke saudara-saudara sekalian. Mudah-mudahan ada ya bukunya sudah dibagikan? Sudah dibagikan. Sudah siapkan Pak? Hah?
Sudah disiapkan, Pak. Iya, dibagikan. Bukan disiapkan. Saya minta dibagikan. Jadi ada di depan para menteri dan wakil menteri. Bagikan sekarang kalau ada. [tepuk tangan] Ya, Saudara-saudara. Saudara-saudara, prestasi kita cukup besar. Prestasi kita nanti sejarah akan mencatat.
Tadi saya sudah sebut kita sudah suas sembada pangan delapan delapan komunitas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI. Kita sudah mencetak atau menghasilkan B50. solar dari kelapa sawit 50% kita tidak impor lagi solar yang waktu itu banyak juga perlawanan.
Ada yang bilang pabrik-pabrik mesin tidak akan dukung kita dan sebagainya dan menakut-nakuti kita. kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini pemimpinnya selalu ditakut-takuti supaya kita memimpin dengan ketakutan. takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan apa itu, takut dengan rating agency, takut dengan itu.
Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri, kita percaya kepada hal-hal yang azazi yang basic. Basic bukan menurut selera kita. Basic menurut pakar-pakar dunia. basic menurut PBB sustainable development goal. Saudara-saudara, PBB sudah meramalkan bahaya kelaparan, food, energi, water, bahaya kelaparan.
Mereka canangkan SDG pertama untuk semua bangsa di dunia. SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan. Kalau kita mau bantu rakyat kita yang miskin dibilang pemborosan. Kalau kecurangan, penyelundupan, diam. Orang besar kasih kredit terus triliunan. Orang kecil enggak enggak boleh terima apa-apa.
Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar. Saya minta belajar. Kita belajar dari negara-negara lain. Jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brazil. Kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke negara-negara Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan.
Tidak boleh anggota G20 Indonesia ada rakyat yang lapar. SDG ketiga, good health and wellbeing. Nomor empat, quality education. 5 gender equality 6 clean water. 7 affordable and clean energy. Decent work and economic growth. Industry, innovation, infrastructure reduced inequalities.
Saudara-saudara, ini yang kita sedang kerjakan. Ini yang sedang kita kerjakan, Saudara-saudara. Ya, jadi jangan ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional. Yang tidak rasional adalah tadi illegal mining, illegal kebun, illegal logging, penyelundupan, under invoicing, transfer pricing. Itu adalah fraud, itu adalah pidana, itu adalah itu yang tidak rasional.
Jangan dibalik yang sudah diramalkan zaman edan. Yang benar disalahkan ya kan yang salah dibenarkan. Ini tidak kita yakin kita di atas jalan yang benar. Jadi, Saudara-saudara, salah satu prestasi kita yang nanti akan dikenang oleh sejarah, saya percaya untuk pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia, kita telah berhasil membangun suatu dana kedaulatan yang kita sebut danantara, dana kedaulatan.
dan antara singkatan daya anagata nusantara, daya energi anagata masa depan nusantara tanah air kita. Jadi danantara adalah suatu dana kedaulatan di mana tabungan-tabungan kekayaan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasi, di-manage dengan rapi. Dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu dan cicit kita.
Dan alhamdulillah kita untuk pertama kali dalam sejarah kita punya dana kedaulatan ini dan antara ini yang nilai asetnya bernilai lebih dari 1000 miliar dolar [tepuk tangan] yang selama ini sering tidak bisa kita pantau. Sering kita tidak mengerti kekayaan kita di mana, Saudara-saudara.
Saya masuk kabinet sebelum ini, kabinetnya Presiden Joko Widodo. Saya mengikuti, tapi saya belum menguasai angka-angka. Saya sendiri anggota kabinet, saya mengira bahwa jumlah BUMN itu berkisar di antara 300 sampai 350. Saya kaget waktu saya jadi presiden, saya diberi laporan BUMN itu jumlahnya 177 dan ini harus kita cek lagi.
Ada BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin lagi cucu perusahaan, dia bikin lagi cicit perusahaan. Dan saya terima kasih saya saya bangga pimpinan daripada Danantara dalam tahun pertama 18 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut dari 107 di akhir akhir bulan ini di akhir 31 Juli mereka sudah menutup mengkonsolidasikan memerger sehingga dari 107 berkurang 250 BUMN sudah berkurang 250 nah ini boleh tepuk tangan dong tepuk tangan [tepuk tangan] Saya kira maaf ya mungkin ketua denud dan bisa dicek di dunia mana ada negara yang menutup state own enterprise 250 dalam 1 tahun dan mereka menyanggupi laporan ke saya Pak Desember 31 tahun 2021 jumlah BUMN kita dari 107 akan maksimal 350.
Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi berkurang dari 107 akan menjadi maksimal 350. Dan mereka laporan dengan ditutupnya 250 BUMN overhead biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah R triliun. 50 triliun gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja 50 triliun.
Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa. bisa mendekati 7080 triliun. Saya terima kasih dari pimpinan ee danantara. Kemudian untuk menghadapi fenomena tadi ya ini prestasi yang lain saya kira ya. Proyek abadi, gas abadi Masela. 28 tahun mangkrak. Saya berangkat ke Tokyo. Saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu. Inprex ya, Impex. Saya sampaikan dengan baik dan sopan. Saudara masih berminat gak?
Kalau saudara tidak berminat, saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain. Sopan tapi tegas, Kak. [tepuk tangan] Ya, sebagai bangsa Indonesia yang ramah, enggak mungkin kita kasih ultimatum. Kan bukan ultimatum itu himbauan. Benar itu saya yang mulia, apakah Jepang masih berminat?
Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa. Habis itu pulang-pulang, "Ya, kalau Menteri SDM boleh saya tekan-tekan ya." Enggak apa-apa kan. Saya bilang Menteri [berdehem] SDM 6 bulan tidak ada kegiatan cabut. Ya, sekarang kita tidak toleransi.
HGO, HGB, Siup, izin kita beri 2 tahun tidak ada kegiatan 2 tahun tidak ada kegiatan cabut ya. untuk mengatasi ee apa itu segala praktik under invoicing etc etc ya laporan palsu saya kumpulkan ee KKSK ya ee Menteri Keuangan Bank Indonesia dengan OJK dan ee ee tim ekonomi kita. Kita telah kumpul di Istana Merdeka.
Ketua Den hadir dengan ee beberapa penasihat-penasihat di bidang ekonomi. Waktu itu saya gambarkan, saya minta pendapat mereka semua. Apa kita mau teruskan ini [menghela napas] aliran uang ratusan miliar dolar ke luar negeri? kekayaan kita dari sumber daya kita mau kita teruskan. Mereka semua bilang, "Tidak bisa, Pak. Jangan kita teruskan."
Bagaimana caranya kita tidak teruskan? Akhirnya diusulkanlah ee sistem ekspor satu pintu untuk komunitas-komunitas milik bangsa dan negara. Dan saya ingatkan semua komunitas adalah milik bangsa Indonesia. Bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya itu milik bangsa Indonesia.
Nikel, karet, semuanya kelapa sawit, batu bara, emas. sehingga kita terapkan ekspor satu pintu dan kita dirikan PT DSI dan antara sumber daya Indonesia. Iya kan? itu dan antara sumber daya Indonesia di depan DPR waktu itu kita umumkan 20 Mei 2026 20 Mei hari yang signifikan, hari kebangkitan ya hari kebangkitan nasional kita.
kita dirikan PTDSI mulai beroperasi penuh pada 1 Juli sebagai instrumen negara untuk memperkuat tata kelola dan konsolidasi ekspor komoditas strategis. Saudara-saudara, kita bangun sistem ekspor satu pintu agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebenarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya ya. biasa. Pertama banyak yang nyinyir yang ini dan sebagainya.
Tapi ternyata ternyata dunia luar mengakui bahwa ini adalah langkah Indonesia yang benar. Saudara, ada kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok tertentu yang selalu ingin Indonesia collapse. Saya tidak mengerti dia itu anak bangsa mana. Saya tidak tidak paham. Saya tidak paham benar-benar. Iya kan?
Selalu meramalkan collaps yang enggak bagus gitu loh. Iya kan? Jadi sebetulnya itu bukan ramalan menurut saya itu doa dia. Doa dia bahwa Indonesia collaps. Doa dia bahwa Indonesia terus miskin. Sehingga saya benar-benar meragukan di mana patriotisme dia, di mana cinta tanah air dia. Ya, Saudara-saudara. ee dengan ekspor sumber daya alam satu pintu ya kita mengadakan tahap transisi dan kita harapkan nanti ee 1 September 2026 implementasi penuh Kemudian ee proses ini semua akan membuat kita benar-benar paham benar ke mana uang kita.
Sebagai contoh, kelapa sawit selama ini banyak dijual dari Indonesia. Resmi kontrak harganya ee 17.000 CPO ya. 17.000 per R7.000 ya. Iya benar. Menteri pertanian e.000 per kilo pada harga harga di internasional harga di Eropa di Rotterdam itu 27.000 kitang 14.000.000 R harga sebenarnya R27.000.
Siapa yang nikmati 13.000? Hampir 50%. Jadi permainan seperti inilah yang menusuk hati kita ya. Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor begitu di sini dia jual 14.000 Ibu dalam perjalanan ke Eropa konon kabarnya berubah-rubah lagi deal-nya, kontraknya sehingga di sana 27.000.
Jadi kita hilang 50% kekayaan kita. Satu kali perjalanan kita hilang 50% kekayaan kita. Jadi kita sekarang tegakkan dan saya terima kasih saya dapat laporan dari Saudara Rozan ee CEO dari Danantara ya, bahwa baru 1 bulan 2 minggu bekerja PTDSI beroperasi, PD PTDSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dolar [tepuk tangan] dalam 1 bulan 2 minggu, Saudara-saudara, ya.
Dan ternyata dari angka yang masuk sebelum ada PTDSI ee gap perbedaan antara harga dijual di Indonesia dan harga dijual internasional itu kurang lebih ee beda minimal 30% mendekati 4045%. Begitu ada PTDSI sudah hampir menyatu saya lihat grafiknya. Jadi karena kita tegas meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan meneruskan semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu.
Kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya, [tepuk tangan] Saudara-saudara tentunya kita tidak boleh cepat puas ya, tapi kita sudah melihat langkah-langkah kita sekarang. bahwa tadinya kita ditakut-takuti ada rating agency ya, global rating agency nanti akan kasih raport jelek Indonesia kita akan diturunkan supaya nanti enggak ada yang mau invest di Indonesia, Saudara-saudara. Bukan kita takut, tapi ternyata standard and poor SNP mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai bahwa pembentukan PTDSI adalah tepat. Mereka yang mengatakan bahwa itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia, Saudara-saudara dan itu bisa meningkatkan e penghasilan kita, revenue kita.
Kemudian ee mereka tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable. Kita tetap punya rating investment grade, emerging market. Bukan kita selalu harus puas dengan rating bangsa lain. Sekali lagi, Saudara-saudara, percaya kepada kekuatan kita sendiri.
Ya, kita hidup di dunia global, tapi kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada fundamental kita sendiri. Ya, apapun terjadi kita sekarang pangan aman, energi cukup kuat, air kita berlimpah-limpah, tinggal manajemennya. Ada daerah yang kurang. Jadi fundamental kita kuat, lahan kita cukup.
Kita sudah buktikan rawa kita rubah jadi sawah. Rawa yang tidak bermanfaat kita rubah jadi produktif. Saudara, kita sudah mulai dipandang. Dan kita akan buktikan. Saya yakin dan percaya kita akan jadi lumbung. pangan dunia. Saya percaya itu. [tepuk tangan] Saya tidak tahu di zaman siapa nanti, tapi saya percaya itu, Saudara-saudara.
Semua orang sudah meramalkan kok kita akan jadi negara kelima, keempat. semua. Hanya kita sendiri kadang-kadang bukan rendah hati mengarah ke rendah diri. Iya kan, Saudara-saudara. Kita yakin bahwa kita berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Ya, kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang, regulasi kita terlalu banyak.
peraturan kita terlalu banyak. Ya, saya tegaskan di sini kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan dengan GAFTEK dan program-program lainnya. Eh, saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya.
ya kita ee terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya harus juga sinkron dengan nafas penyederhana deregulasi dan efisiensi. Saudara-saudara, kita ee juga salah satu prestasi kita adalah kita sekarang memiliki sistem perlindungan sosial. Menurut saya salah satu terkuat di dunia. Salah satu kalau kita ikuti semua program-program ini dan program-program ini adalah hasil dari pemerintah-pemerintah sebelum kita.
Saya selalu mengakui tidak ada pembangunan bangsa, tidak ada transformasi bangsa yang sepotong-sepotong. Ini adalah long mars semua yang kita miliki dari Bung Karno, dari Pak Harto, dari Pak Habibi, dari Gus Dur, dari Megawati, dari Presiden SBY, dari Pak Jokowi. Semua yang kita miliki sekarang hasil dari kerja keras mereka, hasil dari kerja keras pemerintah mereka.
Oh, di sini tadi kok enggak ketemu tugas kita apa yang sudah dicapai ada kita lestarikan, kita bangun, kita perbaiki. Kalau ada kesulit kesulitan dan kekurangan dan kesalahan bangsa ya bukan orang, bukan rezim, tapi bangsa. Kekeliruan kadang-kadang kekeliruan kita sebagai bangsa.
Dulu berbondong-bondong semua pakar, semua intelektual hampir 99% semua berbondong-bondong mengelu-elukan neolit kapitalisme. Ya, tidak salah mungkin Presiden Soeharto dikelilingi penasihat-penasihat yang menyarankan, ya kan? Kemudian habis itu Pak Habibi dan selanjutnya ya enggak ada masalah. Tapi kita sekarang melihat pengalaman itu, kita lihat negara di Amerika saja sudah ditinggalkan kok. Di Eropa saja sudah meninggalkan.
Masa kita mau teruskan. Ya, jadi ini saya tegaskan ternyata kita punya sistem perlindungan sosial negara kesejahteraan welfare state salah satu terkuat di dunia. Kalau kita lihat program satu-satu dan sebagian program-program ini dilaksanakan oleh presiden-presiden sebelum kita, pemerintah sebelum kita.
Jadi itu yang saya mengajak. Jangan kita apa ya punya budaya enggak tahu dari mana itu adalah selalu apa ee selalu mencari kekurangan dan kesalahan. Habis itu ee mencaci maki pemimpin walaupun pemimpin sudah sudah sepuh, pemimpin sudah enggak ada, pemimpin sudah turun dan sebagainya masih ini bukan budaya yang baik, Saudara-saudara. Kalau kita lihat upaya untuk mengurangi dan menghadapi orang miskin sangat besar. Kita punya program keluarga harapan 10.000 Ibu keluarga desil 1, 2, 3, dan 4.
10 juta eh 10 juta. 10 juta keluarga berarti kurang lebih 40 juta rakyat Indonesia menerima antara Rp75.000 sampai Rp250.000 per bulan. sekolah rakyat, anak-anak dari desil yang paling miskin. Total yang diterima itu 4 juta per bulan. Kartu Indonesia Pintar ya 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup R800.000 sampai 1,4 juta per bulan.
Bebas UKT. UKT singkatannya apa itu? Uang kuliahunggalunggal tunggal dibantu langsung dibayar ke PT. Program Indonesia Pintar 22. 100.000 siswa. 22.100.000 Ibu dari desil 1 2 3 4 yang paling bawah. Jadi kebersipihakan kita kepada orang miskin luar biasa. Kartu sembakau R200.000 per bulan yang menerima adalah 18.250.000 keluarga 18.250.000 Ibu keluarga kalau dikali 4 ini berapa ini kembali mendekati 40 juta bansos atensi 83.000 Rib orang menerima bansos.
Jaminan kesehatan nasional. Jaminan kesehatan nasional 96 eh R96.800.000 Rib orang nyaris 100 juta. 20 kali lebih besar dari Singapura. 3,5 kali lebih besar dari Malaysia. Kita beri jaminan bantuan pemberdayaan sosial ekonomi ya bantuan stimulan perumahan swadaya keras 20 juta per rumah 400.000 penerima manfaat. Nanti saya minta ee Menteri Perumahan, Menteri Sosial dikaji kembali apakah ee ditambah penerimaan manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi ya dengan mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan ya kasih semen, kasih genteng, kasih kayu atau kasih ee bajar ringan dan sebagainya supaya lebih banyak bisa menerima fak Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan FLPP 727.000 per bulan untuk 1.87.747 rumah tangga.
Bantuan bencana, Saudara-saudara, ya. Cukup besar bantuan bencana kita adalah ee R30 triliun per tahun. Subsidi LPG Rp6.400.000 Rumah tangga menerima subsidi LPG R6.400.000 rumah tangga dua kali Malaysia 12 kali Singapura boleh juga ya pemerintah Republik Indonesia, Saudara-saudara, saudara bangga jadi menteri, bangga jadi pemerintah Indonesia.
[tepuk tangan] Ya, Saudara-saudara, tanpa kita sadari sebetulnya what we have achieved dan selalu saya katakan, Saudara-saudara, marilah kita sadar ini prestasi kita bersama dari zaman Bung Karno sampai sekarang. Subsidi dan kompensasi solar ada 484.000 rumah tangga.
Kompensasi pertit ah ini Rp89.000 per bulan. 33 juta orang eh 33 juta rumah tangga hampir 34 33.787.364 rumah tangga. Subsidi dan kompensasi listrik Rp130.000 sampai Rp150.000 per bulan. 87 juta rumah tangga. 87 juta rumah tangga. Hampir seluruh rakyat Indonesia itu diskota api 1,3 juta penumpang.
diskon angkat angkutan laut hampir Rp500.000. Bantuan pangan 10 kg gras 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan 33,24 juta keluarga di Desil 1234. Tunjukkan negara mana seperti kita. Pasti ada yang lebih hebat. Pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia, not bad lah ya. Jangan anggap enteng kita terus.
We are strong. [tepuk tangan] We are strong, we are rich and we will be richer. Kita akan lebih kaya, Saudara-saudara sekalian. [tepuk tangan] Karena kita tidak mau jadi lugu lagi. Kita terlalu lugu. Lugu. Terlalu naif ya. Terlalu baik. Wartawan masih ada ya? Masih ada contohnya makan bergizi gratis. MBG ya.
R4.560.000 siswa ibu hamil menyusui balita dan lanjut usia. Saudara-saudara cek kesehatan gratis.800.000 Rib orang pertama kali. Kalau ini pertama kali cek kesehatan gratis itu ya. Kita cek tahu kondisi, tahu masalah tahu apa yang kita harus kerjakan sekarang. Ternyata rakyat kita banyak sekali yang sakit gigi, giginya rusak.
Artinya dokter gigi kurang. Tapi kalau kita enggak tahu bagaimana program afirmatif R50.000 sarjana S1 fresh graduate magang 6 bulan. Dan saya dapat laporan ya ee Menteri Tenaga Kerja kurang lebih 60% yang langsung dapat pekerjaan di tempat dia magang. Sekolah Unggul Garuda Rp9.500.000 per bulan. Ini adalah anak-anak yang terpintar walaupun dari keluarga tidak mampu masuk ke sekolah unggul Garuda. Niatnya adalah mereka ini akan nanti masuk ke program-program yang ee paling berkualitas di seluruh dunia.
E rencana kita e baru empat sekolah unggulan Garuda yang terbangun. Ee Prof. Brian berapa rencananya total SMA Garuda? Beasiswa LPDP 23.289 9 mahasiswa untuk dalam negeri dan luar negeri, beasiswa S1 Garuda, beasiswa S1 Unhan, beasiswa Sekolah Taruna Nusantara, subsidi pupuk.
Subsidi pupuk Rp334.166 per bulan. Penerimaan manfaat Rp14. 205.757 petani dan pembudidaya ikan menerima subsidi pupuk. Subsidi bunga kur [berdehem] Rp500.000 R per bulan R juta 84.205 debitur yang menerima sertifikat gratis R.350.000 UMK. Saudara-saudara, ini adalah program saya sebutkan rinci supaya kita mengerti apa yang sudah kita lakukan, Saudara-saudara.
kita ee paham dan mengerti bahwa masa depan kita akan ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik kesehatan. Karena itu gizi sangat penting, tapi juga kualitas pendidikan. Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288.000 sekolah, banyak di tempat terpencil. Salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan.
Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pintar. di seluruh sekolah Indonesia satu persekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga kelas per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan terkirim kurang lebih ee tambahan 700.000 R e panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia akhir Desember 2026 atau semester pertama ee 2027.
Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik. Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB ya, International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita Indonesia.
dari 122 negara ya dalam kategori e-goverment dan kategori ee digitalisasi pendidikan bahwa kita punya APS yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen ya Kementerian Dikdas Rumah Pendidikan ikan portal interintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.
Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat. Kita melompat, Saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh. Tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77.000 sekolah renovasi.
Tahun depan target kita Rp100.000, tahun 2008 Rp100.000. Kita berharap di 202 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi. Seluruh sekolah di Indonesia sudah direnovasi dan uangnya [tepuk tangan] uangnya kita akan kirim langsung ke kepala sekolah diawasi oleh komite orang tua, komite guru dan sebagainya. Dan ternyata hasilnya sangat baik. Kalau tidak salah ya, Menteri Mendikdas Desmen ada di sini ya.
Umpan balik yang saudara terima cukup bagus ya. Baik, terima kasih, Saudara-saudara. digitalisasi pemerintahan mutlak harus kita lakukan. Kita tidak boleh mempunyai puluhan aplikasi yang tidak saling berbicara. Kita tidak boleh meminta rakyat berkali-kali memasukin data yang sama.
Kita tidak boleh membiarkan rakyat mengeluarkan uang hanya untuk membuktikan bahwa dirinya miskin. Saat ini dari laporan Dewan Ekonomi Nasional Digitalisasi Program Bantuan Sosial telah dijalankan di 43 kabupaten dan kota pada 26 provinsi. Sudah sekitar 1 juta keluarga terdaftar dari target 12,5 juta keluarga.
Sebelumnya untuk mengurus berbagai dokumen dan mendaftar bantuan, sebuah keluarga dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp150.000. Sekarang proses itu dapat dilakukan secara gratis. Ini manfaat langsung dari digitalisasi. Tapi tentunya kita harus melangkah lebih jauh.
data sosial, data kependudukan, data pendidikan, data kesehatan, data pekerjaan, data perumahan, data penerima bantuan harus terintegrasi dengan perlindungan keamanan yang kuat. Jangan sampai ada orang mampu menerima bantuan karena datanya tidak diperbarui. Jangan sampai ada keluarga miskin tidak menerima bantuan hanya karena tidak mengenal pejabat atau tidak memahami birokrasi.
Kalau sistem kita akurat, target 0% kemiskinan ekstrem menjadi jauh lebih mungkin kita capai. Kita juga telah menghadirkan mall pelayanan publik di 13 di 313 kabupaten dan kota. Dalam satu tempat masyarakat dapat mengakses sampai dengan 150 jenis pelayaran. Pelayanan ini kemajuan.
Tapi seluruh pelayanan yang memungkinkan harus tersedia secara digital. Rakyat tidak perlu mengantre berjam-jam. Rakyat tidak perlu berpindah dari kantor ke kantor. Pemerintah harus datang kepada rakyat melalui teknologi. Saya ingin Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia.
Saudara-saudara sekalian, [tepuk tangan] dalam buku yang sudah dibagikan kepada saudara-saudara ya, telah dicatat 108 masalah kronis bangsa yang kita pecahkan melalui berbagai keputusan pada 18 bulan pertama pemerintahan. Sekarang pemerintahan kita telah berjalan 20 bulan.
Tentu sudah lebih banyak lagi persoalan yang kita selesaikan. Kita telah mencapai prestasi-prestasi yang sudah saya singgung tadi, Saudara-saudara. Salah satu juga yang kita telah berhasil adalah mendirikan bank emas untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Indonesia punya bank emas bulian yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas, sudah mengelola dan 153 ton emas ini nilainya berapa, Pak Ran?
20 miliun, Pak. 20 miliar dolar. Jadi dalam dalam 1 tahun bank yang kita dirikan 1 tahun yang lalu sekarang sudah mengelola em senilai 20 miliar dolar. Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga. Dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat.
Jadi kita ternyata diam-diam kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek bank mana, bank emas mana ya yang memiliki 153 yang mengelola 153 ton emas dalam 1 tahun, Saudara-saudara. Gaji hakim yang telah 12 tahun tidak naik, kita telah naikkan.
Untuk berapa jenjang naiknya? Hampir 300% 280%. Sudah saya umumkan kemarin, Ketua Mahkamah Agung lapor ke saya bahwa ee ketua Mahkamah Agung Singapura cerita kepada dia, ketua Mahkamah Agung Indonesia bahwa gaji ketua apa penerimaan ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas ketua Mahkamah Agung Singapura [tepuk tangan] dan juga gaji Rata-rata hakim Indonesia yang paling junior sudah di atas gaji rata-rata hakim junior Malaysia. Lumayan juga. [tepuk tangan] Kita ingin hakim-hakim kita hidup baik.
Saya juga perintahkan ya Menteri Perumahan prioritaskan rumah-rumah untuk hakim di seluruh Indonesia. Hakim panitra dan petugas mahkamah saya kira tidak sampai 9.000 orang. Jadi bisa diprioritaskan ya perumahan untuk mereka. Kita tidak mau gaji ee hakim kita hidupnya tidak bagus. Kita tidak mau hakim kita tidak punya harga diri. Kita tidak mau hakim kita tidak punya kehormatan. Kita tidak mau hakim kita bisa disogok.
Saudara-saudara, kredit macet UMKM yang selama belasan tahun telah menghambat para pengusaha kecil kita untuk meneruskan pekerjaan dan usaha mereka. Kita telah selesaikan sejak November 2024. Kita telah beri pengampunan ke mereka. juga mulai dari sampai dengan Juli 2026 dari 5.000 jembatan desa yang sangat diminta oleh rakyat desa 5.000, kita sudah selesaikan 1.000 1000 sudah dibangun dan sisanya bisa selesai dalam waktu dekat.
Akhir tahun 2026 kira-kira berapa kepada staf angkatan darat sebagai ketua satgas? 5.000 akan selesai 2026. Bagus. Terima kasih. [tepuk tangan] Saudara, kita sudah membangun 100 kampung nelayan merah putih. Target kita akhir tahun lebih dari 1000. Kampung Nelayan Merah Putih harus beroperasi.
Saudara-saudara, kita sudah mulai beroperasi lebih dari 1000 koperasi daerah merah putih, koperasi Desa Merah Putih. Tentunya baru 1 seteng bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang belum listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya.
Tapi dalam waktu dekat saya mendapat laporan akhir tahun ini kita bisa selesaikan 30.000 koperasi desa dan keluruhan merah putih 30.000. Saya kira ini juga jarang ada negara yang berhasil membuat 30.000 koperasi dalam 1 seteng tahun karena koperasi ini adalah koperasi operasional.
Bukan koperasi di atas kertas. Tiap koperasi punya gudang. Tiap koperasi punya kamar pendingin. Sehingga panen dari rakyat petani di desa itu tidak akan hangus, tidak akan pusu, bisa disimpan. Tiap koperasi akan punya dua truk. Sekarang mungkin baru satu dan akan datang secara bertahap.
Tiap koperasi akan punya gerai-geri. Tiap koperasi akan menjual obat generik murah. Tiap koperasi akan punya bengkel untuk memperbaiki alsintan. Tiap koperasi akan menyalurkan semua barang-barang subsidi. Barang subsidi adalah milik rakyat, tidak boleh diperdagangkan.
Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain dari pusat sampai ke desa. pertama kali dalam sejarah kita sekarang tidak bisa kita di blackmail tidak bisa nanti ada barang langkah tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis mau Idul Fitri barang langka mau tahun baru barang langkah tidak bisa karena kita akan mengerti di mana langkah di mana lebih.
Satu desa kelebihan telur di desa lain kurang. Kita akan paham dan mengerti dan kita akhirnya akan lebih baik dan lebih cepat untuk mengendalikan inflasi. Saudara-saudara, khusus untuk ee koperasi Desa Merah Putih ini ee saya ingin jelaskan sedikit niatnya tadi adalah untuk menghilangkan ee rentenir.
Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kita dengan bunga 1% sehari tidak mungkin petani produsen kita bangkit. Tadinya tujuannya itu ternyata kita menemukan bahwa rantai pasok ini bisa memicu menghemat ratusan triliun rupiah. Saya minta dipasang slide itu ee ya rantai pasok perdagangan bahan pokok.
Kalau kita lihat ee selama ini petani jual ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke distributor, distributor ke subdistributor, subdistributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke pedagangan rettail. 1 2 3 4 5 lima pihak baru ke konsumen. Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian ee keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40%.
Jadi ee 3 300 diperhitungkan 300 13 triliun. 13 triliun. Jadi yang dinikmati oleh petani ee hanya 30% sepertiga ya. yang dinikmati oleh konsumen 30% yang 40% dinikmati oleh middlem. Ya, sulit untuk ada kemakmuran ya dengan Koperasi Merah Putih KDMP ee marginnya kurang lebih 50 5 sampai 10%.
Saya kira koperasi ambil 5% sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang. Sehingga saudara-saudara bisa kita bayangkan kalau 250 triliun beredar di rakyat itu ada istilah para ekonom ajarkan kepada saya ya. Saya bukan ekonom. Saya hanya dapat pelajaran dari ekonom-ekonom. Itu ada namanya velocity of money.
Jadi kalau satu rupiah beredar di masyarakat, kegiatan ekonomi yang ditimbulkan bisa dua sampai empat kali lipat. Kalau minimal dua kali berarti 600 triliun atau 500 triliun minimal akan beredar di rakyat kita di bawah. Kalau sampai tiga kali, empat kali itu kita bisa bayangkan, Saudara-saudara.
Jadi ini saya kira sangat strategis. Ee tentunya usaha besar ini pasti banyak kekurangan. sama dengan MBG ada kekurangan, ada penyelewengan, adalah penyimpangan, tapi kita segera bertindak, kita segera memperbaiki, ya kan? Ee kita sedih ada [berdehem] oknum-oknum, ada pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan.
dari sesuatu pekerjaan atau suatu usaha yang begitu besar, begitu mulia untuk rakyat. Tapi apa boleh buat? Kalau itu memang penyakit harus kita hadapi dengan sedih kita tindak ya dan ee kita terus akan tindak. Sekali lagi berkali-kali saya bilang bahwa ee percayalah kita tidak akan kita tidak akan pilih kasih, kita tidak akan tebang pilih, kita tidak akan tidak bertindak terhadap penyelewengan.
Tentunya kita butuh kearifan kadang-kadang waktunya kapan, bila mana, di mana, bagaimana ya. Karena kita ingin menyehat menyehatkan badan Indonesia. Kalau ada orang umpamanya ee kena kanker, jalan pintas bisa potong aja tangannya atau potong aja kakinya. Kan begitu kan.
Tapi mungkin dengan ketepatan, dengan terapi, dengan teknologi, dengan kita bisa tanpa terlalu merusak badan. Sama saya dapat pelajaran bahwa ekonomi suatu negara sama dengan badan kita. Kalau kita melihara badan kita dengan baik, ekonomi e badan kita akan sehat.
sama badan ekonomi kalau dipelihara dengan baik akan sehat. Tapi kalau diracuni dengan mark up, dengan korupsi, dengan penipuan, dengan underinvoicing, dengan transfer pricing, dengan eh pat gulipat, permainan antara eh birokrat sama pengusaha, antara bank, kasih kredit ke itu-itu saja ya rusak sakit.
Nah, ini kita sedang perbaiki. Saya kira, Saudara-saudara, ee begitu banyak keputusan besar yang telah kita ambil ya. Ee jadi saya rinci ini dalam sidang paripurna ini sebagai suatu ee tonggak evaluasi. What we have done, what we still have to do. Kita sudah mencapai ke sini. Ini untuk mendorong semangat kita.
Ternyata benar. Ternyata kalau kebijakannya benar, niatnya benar, arahnya benar, sesuai dengan filosofi bangsa, sesuai dengan akal sehat, sesuai dengan itikat untuk apa? Untuk mengabdi kepada rakyat, ternyata hasilnya real. Hasilnya real. dunia sudah mulai mengakui.
Saudara-saudara sekalian, saya kira itu dari saya sebagai pengantar, ya. Dan ee sekarang saya persilakan kawan-kawan media untuk menikmati minum kopi di luar ruangan. [tepuk tangan] Ini pengantarnya sudah 1 jam 40 menit. nanti ee