Daftar / 2025-04-10
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di Hadapan Parlemen Turkiye
10 Apr 2025
Sekretariat Presiden
15:49
official
baseline_import
1 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- CfnRESwOZKQ
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/CfnRESwOZKQ.json
- Jumlah token
- 807
- Kata unik
- 335
- Durasi
- 15:49 (949 detik)
- Bahasa
- Indonesian (auto-generated)
- Metode
- baseline_import
- Commit engine
- 7ad3851ac0ad
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | CfnRESwOZKQ
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di Hadapan Parlemen Turkiye |
Sekretariat Presiden | 2025-04-10 | 807 | baseline_import | ok |
Sinyal kebijakan: MBG
Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 33 kesehatan dan gizi 4 tata kelola 3 ekonomi 1
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Thank you very much. Thank you very much. Thank you very much. How are you? I Mus [Tepuk tangan] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Yang terhormat Prof. Numan Kurtulmus, Ketua Majelis Nasional Agung Turki.
Yang terhormat Wakil Ketua dan anggota Majelis Nasional Agung Turki. Yang terhormat para menteri dan kepala lembaga negara dari Republik Turki dan Republik Indonesia. Yang terhormat para duta besar, perwakilan negara-negara sahabat, dan kepala organisasi Internasional.
Tamu-tamu yang terhormat, hadirin sekalian dan terutama saudara-saudara terkasih rakyat Turkiye yang saya cintai. Merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya untuk hari ini berdiri di hadapan Anda semua. di ruangan yang bersejarah ini, jantung demokrasi Turkiye untuk menyampaikan salam hangat dari 280 juta rakyat Indonesia, saudara-saudaramu, negara muslim terbesar di dunia.
[Tepuk tangan] Saya ingin menyampaikan bahwa ini adalah pidato pertama saya sebagai Presiden Republik Indonesia di depan parlemen di luar Indonesia. Jadi saya mengakui bahwa saya agak grogi. Kunjungan ini bukan sekedar kunjungan kenegaraan. Bagi saya ini adalah sebuah momen pribadi. Saya datang ke Turki tidak hanya sebagai Presiden Republik Indonesia, tapi sebagai seorang sahabat, seorang saudara, sebagai seseorang sebagai seorang yang hatinya tersentuh oleh tanah ini, oleh sejarahnya. oleh perjuangannya, oleh rakyatnya.
Turki memiliki tempat yang khusus, yang istimewa di hati rakyat Indonesia. Bagi rakyat Indonesia, Turki adalah peradaban muslim yang terbesar bagi umat Islam di Indonesia. Bagi kami, Turki adalah penerus dari peradaban Ossani, peradaban Otoman. Kita ingat dalam sejarah kita pada saat sultan-sultan diserang oleh imperialis-imperialis dari barat, kekaisaran Otoman mengirim bantuan, mengirim senjata, mengirim tentara, mengirim penasihat.
Sampai hari ini tiap kali saya mengunjungi daerah-daerah sebagai politisi saya berkampanye. Saya ke Sumatera, saya ke Aceh, saya ke Deli Serdang. Mereka ingat, mereka cerita bahwa dulu kakek-kakek mereka dilatih, dibantu oleh perwira-perwira, prajurit-prajurit dari kekasaran Otoman. Sampai hari ini masih diceritakan oleh rakyat Indonesia.
Jadi, itulah hubungan kami. Itulah kenapa saya datang ke sini. Mungkin saya adalah politisi Indonesia yang paling sering ke Turki. Mungkin pemerintah Anda bisa mencatat hampir tiap tahun saya hadir di Turki. Terima kasih. Rakyat Turkiye menerima kami dengan hati yang terbuka dan dengan tangan yang terbuka.
Ikatan ini lahir dari nilai-nilai yang sama. Perjuangan bersama, perjuangan untuk kemerdekaan, perjuangan untuk harga diri, perjuangan untuk kehormatan, solidaritas, dan rasa kagum yang mendalam. Persahabatan ini telah terjalin selama berabad-abad dan sampai sekarang kami merasa pemimpin-pemimpin Turki selalu bersahabat dengan kami dan selalu terbuka sama kami dan selalu ingin membagi kemajuan-kemajuan yang dialami oleh rakyat Turki.
Saudara-saudara sekalian, Majelis Agung yang terhormat. Kita merasakan bahwa saat ini keadaan dunia penuh dengan ketidakpastian. Kita merasa sekarang bahwa terjadi penindasan oleh bangsa-bangsa yang besar terhadap bangsa-bangsa yang lemah. Kenapa saya bicara begini?
Saya merasa kami di Indonesia melihat sikap Turki, kepemimpinan pemimpin-pemimpin Turki yang tegas membela mereka yang lemah, yang tegas membela perjuangan rakyat-rakyat yang tertindas, terutama saudara-saudara kita di Palestina. [Tepuk tangan] Banyak negara bicara tentang demokrasi, bicara tentang h azazi manusia.
Tetapi pada saat anak-anak di bom, ibu-ibu tidak berdosa dibom rakyat Gaza kehilangan semua kehidupan mereka. Banyak negara diam pura-pura tidak tahu dan pura-pura bahwa itu bukan pelanggaran hak asasi manusia. Turki punya sikap yang tegas. Karena itu kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan kebenaran di dunia yang sekarang penuh ketidakpastian.
[Tepuk tangan] [Tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Saya sendiri secara pribadi adalah pengagum sejarah Turki. Saya belajar tentang sejarah Turki. Saya diinspirasi oleh sejarah Turki, oleh sejarah saudara-saudara sekalian. Sebagai anak muda, saya punya pahlawan, saya punya ikon adalah [Tepuk tangan] sebagai anak muda, pahlawan saya, ikon saya.
adalah Mustafa Kemal Ataturk [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] dan Mehmed Penakluk. Mehmed sang penakluk, [Tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, kalau saudara datang ke kantor saya di Jakarta, kalau saudara datang ke rumah saya di Jakarta, Ada patung Mustfa Kemal Atatur di kantor saya, di rumah saya.
[Tepuk tangan] Bagi kami, bagi kami tidak hanya di Indonesia, saya bicara di Global South, di negara-negara yang sedang berkembang. Mustafa Kemal atau Turk adalah sebuah ikon, sebuah contoh keberanian. contoh kepemimpinan, contoh patriotisme, contoh semangat tidak mengenal menyerah.
Saudara-saudara sekalian, karena itu dunia saat ini, keadaan geopolitik saat ini di dunia menurut pendapat saya memerlukan kepemimpinan yang sama, kepemimpinan penuh keberanian, kepemimpinan penuh kearifan. Saudara-saudara sekalian, Turki dan Indonesia harus tampil, harus kuat.
Saudara-saudara sekalian, kalau kita bekerja sama, [Tepuk tangan] kalau kita bekerja sama, kalau kita sama-sama kuat, suara kita akan lebih didengar oleh seluruh dunia. Saudara-saudara sekalian, saya sedang memimpin Indonesia menuju suatu transformasi yang besar.
Kita ingin memperbaiki ekonomi kita. Kita ingin membangun pemerintah yang bersih, bersih dari korupsi supaya rakyat Indonesia bisa hidup dengan baik. Karena itu saya ingin semakin dekat dengan Turki. Mari kita bersama-sama kerja. Mari kita bangun kesejahteraan rakyat kita bersama untuk kita menuju keadaan yang lebih baik di abad ke-21 ini.
[Tepuk tangan] berhadapan kita memerlukan suatu perjuangan mencapai hak semua bangsa untuk hidup dengan baik, hidup dengan aman, hidup dengan damai tanpa penindasan oleh siapapun. Saudara-saudara sekalian, saya yakin Turki dan Indonesia dapat berbuat yang terbaik bagi kepentingan umat manusia dan dunia. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan]