Daftar / 2025-05-01

[FULL] PIDATO PRESIDEN PRABOWO DI PERINGATAN MAY DAY 2025

1 Mei 2025 Kompas TV Biro Makassar 29:44 full_media transcript_panel 1 unggahan

Sumber

Video kanonik
oJdO0XleOws
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/oJdO0XleOws.json
Jumlah token
1.687
Kata unik
586
Durasi
29:44 (1.784 detik)
Bahasa
Indonesian (auto-generated)
Metode
transcript_panel
Commit engine
7ad3851ac0ad

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik oJdO0XleOws
[FULL] PIDATO PRESIDEN PRABOWO DI PERINGATAN MAY DAY 2025
Kompas TV Biro Makassar 2025-05-01 1.687 panel transkrip ok

Sinyal kebijakan: MBG

Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0

Topik yang terdeteksi

nasional dan identitas 54 tata kelola 10 ekonomi 9 kesehatan dan gizi 5 pertahanan dan keamanan 5 pangan 2 pendidikan 2

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

[Tepuk tangan] Presiden Republik Indonesia. Tepuk tangan yang paling meriah sekali lagi untuk Bapak Prabowo Subianto. [Musik] Burunga jun [Tepuk tangan] B Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam wabarakatuh. Selamat pagi.
Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati dan yang saya banggakan seluruh kaum buruh yang hadir pada hari ini di lapangan Monas pada tanggal 1 Mei 2025 yaitu hari buruh internasional. Hari buruh yang menjadi hari lambang perjuangan kaum buruh seluruh dunia. Saudara-saudara sekalian, terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Saya diundang hadir bersamamu. Ini adalah kehormatan besar bagi saya. Terima kasih. Terima kasih, Saudara-saudara sekalian.
Sekarang karena ini sambutan harus mengikuti protokol sambutan. Benar. Benar. Jadi saya harus menyapa tokoh-tokoh yang hadir. Boleh. Boleh. Yang saya hormati Sekretaris Serikat Buruh Sedunia, Saudara Syaida, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Saudara Jumhur Hidayat.
[Tepuk tangan] Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Saudara Said Iqbal, Presiden Serikat Pekerja Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Saudara Andi Gani Nenawea, Presiden KSBSI Saudari Eli Rosita Silaban beserta semua konfederasi dan organisasi buruh seluruh Indonesia yang hadir. Yang hadir di sini ada 18 anaranya aja. Oh, di antaranya 18 lebih yang hadir. 100. 100 konfederasi yang hadir. Boleh saya baca 100100-nya? Jangan. Enggak usah.
Enggak usah. Nanti nanti ada yang tersinggung. Enggak benar ya. Jangan marah sama gue ya. [Tepuk tangan] Yang saya hormati Ketua MPR RI, Saudara Ahmad Muzani, Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani, Wakil Ketua, Wakil Ketua DPR RI Prof. Su Dasko Ahmad. Menko Perekonomian, Saudara Erlangga Hartarto, [Tepuk tangan] Menkop Politik dan Keamanan, Jenderal Polisi Budi Gunawan, Menteri Tenaga Kerja Prof.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Saudara Abdul Kadir Karding, Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Tedi Indrawijaya. Pengemar, Pak. Kok kok lebih banyak sautannya daripada untuk gue nih yang presiden gue nih. Kapolri yang terhormat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Liskio Sigit Prabowo. Memang Prabowo ini namanya sak keranjang itu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
[Tepuk tangan] Jadi ada Kapolri namanya Prabowo, panglima TNI namanya Subyanto. Oh iya, Pak. Duuanya ya. Presid Presidennya Prabowo Subianto. [Tepuk tangan] Wah, ini alamat enggak diganti-ganti nih Kapolri. para atase tenaga kerja dari negara-negara sabat 22 negara dari 22 negara yang hadir dan seluruh pimpinan federasi sekretar buruh dan saudara-saudara sekalian saudara-saudaraku para buruh pekerja yang hadir pada siang hari ini. Terima kasih kehadiranmu dan terima kasih undangan bagi saya.
Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya terima kasih saya diundang hari ini dan terutama saya mau ucapkan terima kasih. Lima kali saya maju pemilihan presiden, lima kali saya maju. Empat kali kalah. [Tepuk tangan] [Musik] Gila, gue kalah lu ketawa lagi. Tapi walaupun saya empat kali kalah, buruh selalu mendukung saya. Terima kasih.
Dan dan karena itu saudara tidak pernah tinggalkan saya. Empat kali saya kalah yang kelima kita menang. Saudara sekalian. Jadi saya ingin sampaikan di sini, saya merasa menjadi presidennya buruh. [Tepuk tangan] Presidennya petani, [Musik] presidennya nelayan. I presidennya orang yang susah.
Saudara-saudara sekalian, Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. [Musik] Pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras kerasnya agar tidak ada anak Indonesia yang lapar.
Kami akan bekerja agar semua anak-anak Indonesia bisa sekolah gratis. Itu perjuangan kami. Kami akan bekerja keras agar semua warga negara Indonesia bisa dapat pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya [Tepuk tangan] dan bisa dapat obat yang semurah-murahnya. Amin.
Ini perjuangan kami. Kami sudah melihat, kami sudah menghitung kekayaan bangsa Indonesia begitu besar. Masalahnya maling-malingnya juga banyak. Kanan, Pak. Kanan. Saudara-saudara sekalian, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berusaha menghilangkan korupsi dari bumi Indonesia.
Saya tahu, saya tahu bahwa ini bukan pekerjaan ringan. Ini pekerjaan berat. [Tepuk tangan] Pekerjaan berat. Saya tiap hari diejek, tiap hari diancam, tiap hari macam-macam. Tapi saya tidak gentar. Saya sudah katakan saya rela, saya siap, saya ikhlas mati untuk bangsa dan rakyat saya.
Saya sudah sampaikan, saya sudah sampaikan. Hai kalian-kalian yang di dalam lembaga-lembaga pemerintah, kalian digaji oleh rakyat. Saya katakan, hentikan korupsimu. Hentikan. Hentikan. Kalian mencuri uang rakyat. Hentikan. Dan saya minta dihentikan secepat-cepatnya.
[Tepuk tangan] Saudara-saudara sekalian, saya sudah lama jadi orang Indonesia. [Tepuk tangan] Betul. Betul. Mungkin lebih lama dari kalian-kalian ini semua ya. Hah? Gue ini sudah lama jadi orang Indonesia. Gue udah ngerti tipu-tipu mereka itu semua. Saudara-saudara, kenapa mereka takut?
Aku jadi presiden karena aku tahu tipu-tipu mereka. Gue tahu semua tuh. Gu, gue lahir di Betawi, gue besar di Betawi. Gue ngerti mana aset-aset yang milik rakyat. Gue ngerti semua itu. Dan gue akan tarik kembali jadi milik rakyat, Saudara-saudara sekalian. Karena, Saudara-saudara, saya sudah tanya ke hakim-hakim agung, dasar dasar Undang-Undang Dasar kita kuat. Dasar Undang-Undang kita kuat.
Bumi dan air dan semua kekayaan yang dikandung di dalamnya dikuasai oleh negara. Sumber-sumber produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu perintah Undang-Undang Dasar, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian, saya kira cukup ya. Lanjut, lanjut, lanjut. SPR Omnibus. Kalian enggak kepanasan? Hah? Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh pada hari ini. Saya akan membentuk segera Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang akan terdiri dari semua tokoh-tokoh pimpinan buruh seluruh Indonesia.
Dan mereka tugasnya adalah mempelajari keadaan buruh dan memberi nasihat kepada Presiden. Mana undang-undang yang enggak beres, yang enggak melindungi BUR. Mana regulasi yang enggak benar mereka memberi masukan ke saya dan segera akan kita perbaiki, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian, kita juga atas saran dari pimpinan buruh, atas saran dari Pak Said Iqbal dan Pak Jumbur, kita akan segera membentuk satuan tugas PHK. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita. Kita tidak akan biarkan pekerja-pekerja diph diphkan seenaknya.
Bila perlu, bila perlu tidak ragu-ragu kita negara akan turun tangan. Saudara sekalian, H Prabowo, Saudara-saudara sekalian, juga kita akan segera meloloskan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Wakil Ketua DPR yang hadir, Pak Dasko Pak Sufia melaporkan ke saya. Minggu depan RU ini segera akan mulai dibahas.
Mudah-mudahan tidak lebih dari 3 bulan undang-undang ini akan selesai. Kita bereskan. juga saran dari Pak Jumhur, Undang-Undang Perlindungan pekerja di laut, pekerja di industri perikanan, pekerja di kapal-kapal, kita juga segera akan memuntak ee undang-undang itu. Jadi kami Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional ini akan mempunyai peran yang sangat penting. Saudara-saudara sekalian, saya juga akan meminta Dewan Kesejahteraan Nasional mempelajari bagaimana caranya kita kalau bisa tidak segera tapi secepat-cepatnya kita ingin menghapus outsourcing.
Tapi, Saudara-saudara, kita juga harus harus juga realistis. Kita juga harus menjaga kepentingan para investor-investor juga. Kalau mereka tidak investasi, tidak ada pabrik, kalian tidak bekerja. Jadi kita harus bekerja sama mereka atas usul pimpinan saudara. Dalam waktu dekat saya akan mengadakan suatu pertemuan di Istana Bogor. 150 pimpinan buruh akan saya pertemukan dengan 150 pemimpin-pemimpin perusahaan di Indonesia.
Kita akan duduk bersama. Saya akan mengatakan kepada para pengusaha, saudara-saudara tidak boleh mau kaya sekaya-kayanya sendiri tanpa mengajak pekerja-pekerja hidup dengan baik. Tapi negara juga tidak tinggal diam. Kami berjuang memberi pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat pendidikan. Kita juga memberi subsidi listrik. Kita memberi bantuan tunai langsung kepada mereka-mereka yang penghasilan rendah. Total biaya yang kita gelontorkan ke rakyat sudah melebihi kalau tidak salah 500 triliun.
ini terus untuk menjaga rakyat kita. Tidak ada yang menderita. Tapi sekarang masalahnya adalah kita harus jaga. Mereka yang memerlukan, mereka yang terima. Jangan mereka yang tidak perlu, mereka terima juga bantuan dan subsidi ini enggak benar. Iya kan? Karena kita masih dapat laporan.
Ada yang tidak berhakuskan magang. Saudara-saudara sekalian, saya [Musik] saudara-saudara juga atas usul dari pimpinan tokoh-tokoh masyarakat mereka ee tokoh-tokoh buruh mereka sampaikan ke saya, "Pak, kenapa sih pahlawan nasional enggak ada dari kaum buruh?" Saya tanya kalian ada saran enggak? Coba kalian berembuk usulkan pahlawan dari kaum buruh. Dan mereka sampaikan, "Pak, bagaimana kalau Marsinah, Pak?
Marsinah jadi pahlawan nasional. Asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh sepakat, saya akan mendukung Marsinah menjadi pahlawan nasional. Cukup cukup cukup. Lanjut. Suara gue serak nih. Gua minum kopi ya. Minum kopi gua boleh gua minum kopi ya? [Tepuk tangan] Eh, ini ini lu yang minta ya?
Gue kalau minum kopi gue bisa pidato 3 jam loh. Eh, lu orang enggak kepanasan ya? Hah? [Tepuk tangan] Tapi gue udah kehabisan bahan. [Tepuk tangan] Saudara-saudara, dalam rangka juga pemberantasan korupsi, saya mendukung undang-undang perampasan aset. Saya mendukung enak aja udah nyolong enggak mau kembalikan aset. Gue, gue tarik aja deh itu.
Setuju setuju. Bagaimana kita teruskan? Kita teruskan perlawanan terhadap koruptor. Nanti lu dikasih duit, lu demo untuk koruptor. Hah, benar ya. Awas loh. Gue heran di Indonesia ada demo mendukung koruptor. Gue heran tuh, [Tepuk tangan] Saudara-saudara. Saudara-saudara, saya punya teori ekonomi sangat sederhana.
Kalau orang-orang yang berpenghasilan rendah, mendapat penghasilan yang cukup, dia punya daya beli. Kalau kalau lo orang gajinya cukup, pasti lu ingin beli barang. Benar enggak? Benar. Lu pasti ingin beli sepatu untuk anakmu, ingin beli baju untuk istrimu, ingin beli motor untuk dirimu sendiri.
Benar. Benar. Berarti pabrik sepatu hidup, pabrik baju hidup, pabrik motor hidup, berarti si pengusaha juga akan menikmati semua untung. Berarti mari kita bangun Indonesia, mari kita jaga kekayaan Indonesia supaya kekayaan Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara, [Tepuk tangan] [Musik] kita akan tegakkan undang-undang yang benar. aturan pajak. Jadi aturan pajak itu memberikan diri karena potongan ketika dapat bertahun rumah kecil dan uang pensiun kecil pajarnya progresif 20%. Ya, saya akan pelajari kembali masalah pajak.
Pajak yang besar untuk orang yang penghasilannya besar. Lu orang gajinya enggak besar jadi ngapain dipajak? Tapi, tapi kalau pajaknya sikit-sikit boleh dong. Boleh. Boleh ya? Boleh ya. Kalau pajaknya enggak terlalu besar boleh ya? Boleh ya. Bayar deh dikit-dikit deh.
Jangan progresif. yaitu nanti tugasnya Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional. Oke, cukup cukup. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Terima kasih. Kanan, Pak. [Musik] Depan, Pak. Terima kasih. Terima kasih. Kalian pada sabar menunggu saya.
Kalian panas-panas mau dengarkan pidato saya. Terima kasih. Selamat hari buruh internasional Me. Semoga Tuhan Maha Besar melindungi kita semua. Semua semoga kita bekerja terus bersama-sama. Saya minta dukunganmu, saya minta bantuanmu. Bersama-sama kita selamatkan kekayaan rakyat, kekayaan negara kita.
Kekayaan rakyat, kekayaan negara harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. [Tepuk tangan] Dan saya sudah berkali-kali mengatakan, saya akan tegakkan hukum. Mereka yang melanggar hukum, mereka yang mencuri kekayaan negara akan saya tindak. Karena itu, karena itu kewajiban saya, itu sumpah saya kepada rakyat Indonesia di hadapan Tuhan Maha Besar Allah Subhanahu wa taala.
Terima kasih. Selamat berjuang. Hidup buruk. Hidup buruk. Hidup rakyat. Bangunlah kaum yang terbinas. Bangunlah kaum

← 10 Apr 2025 · 2 Jun 2025 →