Daftar / 2026-08-06

[FULL] Pidato Prabowo Depan 150 Peneliti BRIN Soroti Pendidikan di Indonesia hingga Timnas

6 Agu 2026 KOMPASTV 17:55 full_media caption_api 1 unggahan

Sumber

Video kanonik
SjuGxdMRzPk
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/SjuGxdMRzPk.json
Jumlah token
1.185
Kata unik
448
Durasi
17:55 (1.075 detik)
Bahasa
Indonesian (auto-generated)
Metode
caption_api
Commit engine
7ad3851ac0ad

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik SjuGxdMRzPk
[FULL] Pidato Prabowo Depan 150 Peneliti BRIN Soroti Pendidikan di Indonesia hin
KOMPASTV 2026-08-06 1.185 caption API ok

Sinyal kebijakan: MBG

Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0

Topik yang terdeteksi

pendidikan 23 nasional dan identitas 22 ekonomi 3 kesehatan dan gizi 1

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. [berdehem] Salam kebajikan. Ee yang terhormat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof. Ari Satria, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Profesor Amar Dulia [berdehem] Oktavian beserta seluruh jajaran BRIN yang hadir di sini.
Pertama-tama tentunya kita selalu bersyukur kehadirat Tuhan yang maha besar, yang maha kuasa atas segala karunia dan berkah yang diberikan kepada kita atas kesehatan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di sore hari ini dalam keadaan yang baik.
Saudara-saudara sekalian, ee saya sengaja mengundang ke istana karena saya ingin melihat mungkin pertama kali tidak terlalu detail dan tidak terlalu komprehensif, tapi untuk mendapat gambaran ee hasil-hasil yang saudara-saudara telah capai di BRIN. Ee terima kasih saudara datang ke istana dan ee saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok apa [tepuk tangan] kampus-kampus saudara. Saya pernah datang ee pada saat dulu ee kampus ada kampus LIPI kalau tidak salah ya di Cibinong kalau tidak salah ya dan di beberapa tempat.
Memang saudara-saudara kita mengerti semua bahwa ee pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak. Jadi bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sains dan teknologi.
Ini adalah fakta dan kenyataan. dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling paling paling kritikal, paling kritis Dan [berdehem] marilah kita ee saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian.
Kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, [berdehem] faks, realita, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus tenang saja. Ya, contoh yang kecil saja kita negara ee jumlah penduduk keempat terbesar di dunia 300 ya hampir 300 juta ya 287 juta gitu.
Tapi saya sangat sedih terusanang saja ya kan masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala dunia. Ini fakta yang tidak tidak enak ya. Masa negara kecil seperti K Verd ya K FD masuk saya enggak tahu itu mungkin jumlah penduduknya dengan kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang ya TIP FD apalagi ya banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ.
ini harus kita introspeksi, kita harus lihat and tidak gunanya kita mengeluh menurut saya ini saya ambil contoh sepak bola tapi nanti saya bisa ambil contoh banyak sekali ya kan? Tapi ini contoh sepak bola aja. [berdehem] Kalau sepak bola enggak ada yang tersinggung di antara kalian kan? Boleh enggak? Iya kan?
[berdehem] Mungkin yang tersinggung Menpora mungkin, tapi beliau juga baru mainporanya [berdehem] atau enggak? Beliau kan sudah PSSI juga lumayan. Tapi beliau sudah berjuang luar biasa dan kita hampir masuk kemarin ya hampir masuk mungkin strateginya harus lebih pintar kita.
Maksud saya begini, lihat fakta itu. Negara sebesar kita ya tidak bisa ikut Piala dunia. Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, jangan. ya, karena itu tidak akan membantu. Nah, sekarang belajar bagaimana kenapa kok bisa ee negara itu masuk umpamanya ya kan?
Kenapa? Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? [berdehem] Guru-gurunya dari mana? Jadi R00.000. Ya, benar. Sumedang lebih banyak Bogor apalagi? Oh. Oh. Enggak ya. Sumedang lebih banyak dari K verd. Jadi kita cari penyebabnya apa. Baru kita harus berani berbuat.
[mendengus] sains dan teknologi. Kita butuh orang-orang pintar. Banyak orang pintar. Saya ingat Profesor Habibi mengatakan, "Oke, kita enggak usah takut. 1% saja orang pintar di Indonesia, 1% saja. Itu hampir 3 juta orang. Ya. Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali.
Tapi ya apapun yang kita punya harus saudara-saudara saintis kan harus di di dicari. dibina, [berdehem] diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses. Jadi ee pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa ya. Kebangkitan suatu bangsa kita cita-cita semua.
pendiri bangsa kita termasuk cita-cita kita semua. Bagaimana suatu negara di mana [berdehem] tidak ada kemiskinan, bagaimana satu negara tidak ada ketidakadilan. Nah, kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional, ya. Nanti kita akan keliru.
Rasional, sence, mathematics, reality. Reality is science, [mendengus] reality is mathematics. Ya, kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke rana lain ya. Fakta. Nah, jadi kadang-kadang fakta menyakitkan. Katanya sekarang ada suatu survei. Survei namanya PISA PISA di mana membantingkan membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara.
Kita termasuk tidak terlalu bagus. Ya. Jadi ee lu skor bisa membaca skor kita ee tadi ya kalau Anda lihat di situ ee hanya sedikit di atas Filipina kita masih di bawah Thailand. di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura.
Kalau Singapura saya enggak terlalu enggak usah kita terlalu khawatir kok. Hanya negara 5 juta kok satu kota ya kan. Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu sebetulnya enggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia ya. Indonesia punya 388.000 sekolah kalau tidak salah nanti dicek ya.
Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, ada. Jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia? Jangankan Indonesia, mungkin mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara. Bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Mianggas?
di pulau-pulau terpencil ya. Jadi kalau saya Singapura oke dia berhasil di satu kota ya. Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin [berdehem] 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ ya kan terjangkau dari kantor dia. No, it's real. It's reality.
is reality. Dia berhasil tapi kesulitan kita sangat besar. Ini tidak boleh alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu kejar [berdehem] ketertinggalan. Ini saya sampaikan. Ini yang saya katakan realita. Ini orang luar lihat kita ya. Kita boleh kita terima, tapi kita jangan terlalu juga terlalu takut.
Dia hanya lihat gambar dari luar. Dia enggak lihat kesulitan-kesulitan yang kita hadapi sebagai negara yang sangat besar. Ya. Jadi ini yang saya maksud sudah [berdehem] kita terima ini sebagai katakanlah peringatan koreksi dan kita cari bagaimana kita akan atasi.
Kita pernah ee 20036 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka ya dalam membaca, dalam matematik dan sebagainya. Baik. Jadi ini hanya sebagai gambaran. Di sinilah, Saudara-saudara, maksud saya untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, ya, paten-paten dan sebagainya.
Itu dasarnya pendidikan. Dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya ingin perbaiki semua sekolah dari fisik. Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar bisa kita seleksi nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia.
[tepuk tangan] Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum eh international bacalaureat e. Dia harus dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia, yang terhebat di dunia sama. [berdehem] dan kita harapkan dia diterima dan dia lolos di universitas terbaik di dunia. Itu satu cara. Cara kedua, kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia kerja sama dengan universitas kita di sini.
Entah joint, entah KSO, entah. Jadi kita ada dua cara. Tapi ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. [berdehem] Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit. Jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita ya. dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu ya. Untuk itu tentunya [berdehem] kita perlu dana.
Ee dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal korup, praktik-praktik koruptif. praktik-praktik penipuan fraud under invoicing mis management

← 31 Jul 2026 · 7 Agu 2026 →