Daftar / 2026-08-07

FULL! Pidato Prabowo di Peluncuran Buku Bahlil: Swasembada Pangan Hingga Danantara Naik 400%

7 Agu 2026 KOMPASTV 34:35 full_media caption_api 1 unggahan

Sumber

Video kanonik
9rpZpKagShM
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/9rpZpKagShM.json
Jumlah token
2.315
Kata unik
818
Durasi
34:35 (2.075 detik)
Bahasa
Indonesian (auto-generated)
Metode
caption_api
Commit engine
7ad3851ac0ad

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik 9rpZpKagShM
FULL! Pidato Prabowo di Peluncuran Buku Bahlil: Swasembada Pangan Hingga Dananta
KOMPASTV 2026-08-07 2.315 caption API ok

Sinyal kebijakan: MBG

Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0

Topik yang terdeteksi

nasional dan identitas 46 pendidikan 7 pangan 6 kesehatan dan gizi 6 ekonomi 5 pertahanan dan keamanan 3 tata kelola 1

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

Selamat siang. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salvei. Yang saya hormati saudara Bahlil Lahad Dalia beserta Ibu Sri Suparni Bahlil dan ibunda tercinta yang hadir juga. ee sebagai ee tuan rumah penyelenggara acara ini. Ee Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Saudara Sultan Bakhtiar Najudin beserta Wakil Ketua MPR, DPR, dan DPD RI yang hadir Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Prof. Sufmi Dasco Ahmad.
Kemudian ee sesepuh Partai Golkar, sesepuh kita semua, Bapak Akbar Tanjung masalahnya karena saya juga alumni Partai Golkar juga. Jadi kalau saya diundang di acara-acara golok kelihatan banyak wajah-wajah lama, kawan-kawan lama ada semua memang Goldcar banyak menyumbang kader-kader yang terbaik ke mana-mana semua.
Para tokoh-tokoh nasional yang hadir, para menteri koordinator, para menteri, Kepala Badan, Kepala BIN, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI Pwiran Luhud Binsar Panjaitan. Seluruh anggota kabinet merah putih yang hadir, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratekno, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Saudara Abdul Muhimin Iskandar, Menko Pangan Saudara Sulqi Hasan, Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasio Hadi, Menteri Dalam Negeri, Saudara Jenderal Polisi Penuguran Muhammad Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri, Saudara Sugo, Menteri Perlindungan Pekerja dan Migran Indonesia, Saudara Mukhtarudin, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Saudara Marwar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Saudari Mutia Viada Hafid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Saudara Wihaji. Menteri Investasi dan Hidrisasi, Saudara Rosan Perkasa Ruslani, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,
Saudara Maman Abdurrahman. Maman soalnya ada keturunan dari India. dari India. Aku aku juga ada di India tu. Jadi kita Menteri Pemuda dan Olahraga, Saudara Erik Tohir. Oh, enggak ada. H. Loh, katanya sebagai ketua kelas harus ngabsen. Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI Penangwan Muhammad Herindra.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof. Arif Satria, Kepala Badan Gizi Nasional, Saudara Sudaryono. Rambut putih tambah saya lihat baru seminggu menjabat tiap malam enggak bisa tidur. Ada enggak yang sakit perut, ya? Ya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Saudara Muhammad Khodari.
Sekretaris Kabinet RI Redkol Tedi Indrawijaya. Para kepala daerah yang hadir, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Maluku Utara. Kok sambutannya paling keras? K gubernur kasihan Kalimantan Timur ini audiens ini enggak boleh pilih kasih. Iya. Iya. Para bupati walikota, saya dengar ketua-ketua DPD Provinsi seluruh Indonesia hampir semuanya hadir 30 yang hadir kalau tidak salah ya 30.
Seluruh hadirin undangan serta rekan-rekan pers media yang hadir. Media ini lengkap sekali di belakang kita. Wakil Ketua DPR MPR RI, Saudara Kahar Muzakir, terima kasih. Wakil Ketua MPR, Saudari Lestari Murdiat, Wakil Ketua DPR, Saudari Sari Yuliati, terima kasih. Wakil Ketua DPD RI, Saudara Tamsil Lingrung.
Wakil Ketua DPD RI, Saudara Yoris Raweai. Saudara-saudara, tentunya kita sebagai insan yang bertakwa tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan maha besar, Tuhan Maha Kuasa, bagi umat Islam Allah Subhanahu wa taala atas segala berkah, karunia, kebaikan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita semua atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga hari ini kita bisa hadir pada acara peluncuran buku 10 karya nyata untuk negeri oleh saudara Bahlil Lahad Dalia yang juga hari ini ee merayakan ulang tahunnya yang ke-50 saudara Saudara-saudara ee saya kira tadi banyak ee pidato, testimoni sudah banyak sekali ee yang menyampaikan. Saya kira saya tidak akan terlalu lama lagi atau panjang lebar bicara, tapi saya pertama tentunya ucapan selamat kepada Pak Bahlil atas ee ulang tahun ke-50 ya.
Semoga selalu diberi perlindungan dan kebaikan oleh yang maha kuasa. Selalu diberi kekuatan untuk terus mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Juga kepada Ibu Bahlil dan Ibunda juga ucapkan selamat. hari ini ee tidak hanya ulang tahun, tapi juga suatu hari yang saya kira ee penuh dengan arti. Di sini beliau juga meluncurkan ee 10 buku tentang pengalaman dan ee pemikiran pengiran beliau. karya-karya beliau untuk negara dan bangsa.
ee saya kira karier beliau, sepak terjang beliau, kehidupan beliau bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda ya, bahwa memang ee pemimpin pemimpin yang besar, pemimpin yang berarti itu ada dua pendapat. Ada pemimpin yang dilahirkan dan pemimpin yang dibesarkan.
Dua-dua menurut saya hampir sama. Ada orang yang dilahirkan sudah dalam keadaan yang katakanlah sudah mapan, sudah kaya dari keluarga yang kuat. Ada yang dilahirkan dari keluarga yang kehidupannya sederhana atau sangat sulit, tapi dua-duanya dilahirkan. Ya, karena di N pemimpin itu mungkin sudah ada.
Mungkin ayahandanya Pak Bahlil walaupun status ekonomi mungkin waktu itu sangat sederhana, tapi mungkin DNA juga sebagai petarung. DND juga sebagai ee sebagai ya pemimpin di di kawasan itu. Jadi, Saudara-saudara, kondisi yang memberatkan, kondisi rintangan, kondisi hambatan, justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin.
Hampir bisa dikatakan orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak hadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan hampir bisa dikatakan ndak jadi nak menjadi pemimpin. Itu kenyataan. Jadi, Saudara-saudara, kepemimpinan tidak bisa diberi sebagai hadiah. [mendengus] Kepimpinan itu didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam seorang.
Kadang-kadang dari dari kecil kita sudah lihat ya keberanian tapi keberanian syarat jadi pemimpin. Tapi keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati. berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin. Tapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin.
Jadi, Saudara-saudara saya tidak lama kenal Pak Bahlil, tidak Pak Roan 20 tahun saya tidak kenal. Tapi kadang-kadang pertemuan dua tiga kali saja bagi saya karena saya memang lama berurusan dengan masalah manusia. Ya, seorang pemimpin tentara itu sering berurusan dengan manusia. dari dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang.
Pertama kali itu bahkan di akademi kita sudah berurusan dengan orang. Jadi kita sudah bisa lihat, kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran apa dikatakan instinct. Mungkin bahasa Inggrisnya vibes atau chemistry. Dan kita bisa menilai dari dua tiga kalimat dari pembicaraan, dari tanggapan. Jadi, Saudara-saudara tadi keberanian tapi kecerdasan.
Dan kecerdasan itu bukan dari sekolah. Menurut saya kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali hari ini. Sekarang kita buktikan lagi. Pak Bahlil saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal Pak Bahlil ya. Kalau dicari di Google kampusnya sudah enggak ada ya.
Ya. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana ya. tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ya ajaran agama kita ya bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Saya kira itu benar. Mungkin ee Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan Ibu dengan susah payah bagaimana memberi makan mengurus anak ini.
kalau saya ingat dulu apa orang tuanya Pak Bahlil ya apa itu pakai rotan ya rotannya mau diambil oleh ibu saya ingat juga masa muda saya gitu mungkin saking nakalnya saya juga orang tua saya pakai ikat pinggang gitu dan ibu saya juga coba menarik juga it jadi memang nakalnya bagaimana kalau ibu enggak mungkin tidak cinta sama anaknya Ya, saya kira itu Bu.
Jadi ya kecerdasan itu menurut saya juga karena ditempa ditempa oleh kesulitan ya. Jadi kesulitan. Nah, ini sekarang yang kita harus prihatin. Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antara bangsa yang semakin keras atau mudah menyerah, mudah mengeluh ya, mudah minta bantuan.
Jadi, Saudara-saudara, saya kira itu komentar-komentar saya. Saya tidak terlalu kenal, tapi saya waktu bersama beliau di kabinet Pak Jokowi, saya juga jarang ketemu saya urusan pertahanan. Tapi pada saat-saat ketemu saya melihat bahwa sebelumnya beliau memiliki kemampuan kecerdasan, keberanian ya kan dan memang kelebihan beliau yang ini jarang dimiliki oleh orang dari Indonesia Timur.
Beliau mungkin itu pengaruh istri yang dari Jawa. Ini jasa istri. Coba kalau Anda ya karena saya ini setengah Indonesia Timur juga. Jadi orang Indonesia Timur itu ciri khasnya itu ya ya ciri khasnya belak-belakan. Di alam Indonesia kadang-kadang tidak boleh terlalu bla-blaan.
Nah, ini saya kira pengaruh ibu istrinya Pak Bahlil ini ya. Jadi, Anda berhasillah agak menjinakkan orang Indonesia Timur. Orang Indonesia Timur itu ya kan keras kadang-kadang cepat naik. Tapi saya perhatikan ini. Beliau orang Indonesia Timur tapi pandai ya kan.
Kalau aku lihat beliau bisa bikin Pak Jokowi ketawa. Orang Solo itu susah ketawa sebenarnya ya. Orang Solo itu kalem. Iya kan? Lain sama Banyumas. Kalau Banyumas itu bataknya orang Jawa. I kan kita ngobrol dianggap kita bertengkar gitu loh wartawan. Tapi hari ini Prabowo sangat sopan.
Nunggu enggak? Hari ini adalah harinya Mbah Leil. Jadi saya kira demikian. Saya juga bingung ilmunya apa beliau ini. Saya ini lagi flu. Aku sudah izin sama beliau, "Pak Bahlil, besok mungkin saya enggak hadir ya peluncuran buku Anda." Siap, Pak. Terserah Bapak. Kan kita kan yang penting batin kita kan. Walaupun tidak ketemu fisik tapi siapa? Terserah Bapak.
Tapi kalau kuat ya mohon hadir, Pak. Wah, susah ini. Bahaya. Orang Indonesia Timur kawin sama orang Jawa. Bahaya ini. Dia belajar ilmu. Ya, jadi orang Jawa itu repotnya gitu. Kalau apa itu istilahnya ya ada ilmunya lah menghadapi orang Jawa itu pokoknya. Akhirnya saya ini nguat-nguatkan diri hadir hari ini.
Tapi benar karena beliau tidak hanya anak buah, dia menteri tapi juga dia mitra karena dia ketua umum partai yang besar. kita ini politik di Indonesia kan harus politik kebersamaan. Jadi ee selain beliau menteri, beliau ketua umum partai, ya kan? Dan terusang aja saya 2 tahun ini kita baru baru berprestasi tapi saya kira 2 tahun bolehlah kita ya raport kita oke ya menurut saya ya.
Kita sekarang berjalan berdiri menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia. Kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata. Ya kan? Su sembada suada pangan nyata. Saudara-saudara periksa gudang semua. Kita siap ancaman di dunia kita siap suasada pangan kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain, Saudara-saudara. Dan juga karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang, bukan tidak menghadapi kesulitan.
Kita juga tadi disinggung dalam 1 tahun beroperasi dan dan danantara kita. Saya dapat laporan bahwa ee revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400% saudara-saudara. Kurang lebih ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200 ini signifikan. Peningkatan, signifikan dalam 1 tahun bekerja.
Saudara-saudara sekalian, prestasi-prestasi kita real. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita reaksi dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia yang banyak tidak diingat oleh banyak elit Indonesia.
Saudara-saudara, dana desa sudah kita berikan sudah berjalan 10 tahun. 1 miliar satu desa 1 tahun. Jembatan di desa harganya mungkin R00 juta. Rata-rata 700 juta, 800 juta yang besar mungkin 2 M, 3 M. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu.
Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini. Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan. Presiden turun tangan kita memenuhi apa yang diteriakin oleh rakyat.
Jadi saya kira sangat banyak hasil yang kita lakukan, perbaikan yang kita lakukan. Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih R0.000. Tahun depan target kita Rp100.000 dan kita akan selesaikan dalam 3 tahun yang akan datang. Semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperb kita akan perbaiki, Saudara-saudara sekalian.
Jadi, Saudara-saudara, ini juga tadi akibat kerja sama yang baik, kerja keras yang baik, keberanian oleh hampir semua menteri saya lihat percaya diri ya kan? orientasi kepada kebenaran, orientasi kepada rakyat, kita akan bergerak lebih cepat lagi. Saya kira itu dari saya, Saudara-saudara, Pak Bahlil, I kan ee teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya.
Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai ya ee pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rap memuaskan dan orang yang bekerja sama saya lama tahu bahwa saya ini termasuk Susah kasih nilai ya. Karena apa? 100 itu milik yang maha kuasa.
Iya kan? 99 itu milik Presiden Republik Indonesia ya kan? 98 milik saya ulangilah nanti secara konstitusi saya salah 99 dimiliki oleh MPR RI ya 98 dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia 98. 97 dimiliki oleh DPR RI. Jadi kalau dapat nilai 9192 sudah tinggi itu.
Ah, jadi tadi berapa tuh? 9 DPR itu 98 ya. DPR 98. Hah? Oh 97. 97 DPR. 97. 96 DPD. Iya kan? 96 DPD, 95 ketua umum partai. Iya kan? E jadi kalau menteri dapat 88, 89 oke gu memuaskan. Memuaskan tapi masih tengah. Jadi ini 2 tahun masih ada. Ini bisa dikatakan Bapak ya semester apa semester mid semester semester ke keempat ya. Oh menjelang keempat.
Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki ya. Untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai ya. Tapi on the whole kita optimis kita saya optimis. Saya merasa bangga atas ee prestasi RIL karena ternyata rumus bernegara ya yang saya dapat dari banyak mentor saya, banyak guru saya ya antara lain ya saya sebut aja ee Pak ee Gubernur NTT PT I kan band boy saya anggap guru saya salah satu menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit ingat dua hal beliau sampaikan ke saya love your people cintai rakyatmu.
Gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat. kebijakan hilirisasi, kebijakan sasembad, semua itu akal sehat. Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan.
Swas pada pangan sangat [mendengus] akal sehat. Swas pada pangan itu sebetulnya sangat-sangat mendasar. Mereka yang tidak paham swasta pangan negaranya tidak aman. Ya. Jadi, Saudara-saudara, mentor saya kedua, Gubernur Jawa Timur, Pak Muhammad Nur, Cak Nur berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya, "Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana.
bekerja. Yen wong cilik iso gemuyu. Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa. Artinya kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa. dia mulai punya harapan.
Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya. Saya kira we will always be on the right track. Kita akan selalu berada di jalan yang benar. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat Pak Bahlil. Lanjutkan perjuangan. bersama-sama kita bekerja untuk rakyat Indonesia. Terima kasih.
Shalom salve. Om santi santi santi om namo budaya. Salam kebajikan. Selesai. Terima kasih. Mohon ber

← 6 Agu 2026 · 14 Agu 2026 →