Daftar / 2025-06-02
[FULL] Berapi-api! Pidato Presiden Prabowo Upacara Hari Lahir Pancasila: Saya Peringati Semua Unsur
2 Jun 2025
KOMPASTV
18:30
full_media
transcript_panel
1 unggahan
Sumber
- Video kanonik
- Ra4_HJDql14
- Transkrip dari
- engine/data/prabowo/raw/Ra4_HJDql14.json
- Jumlah token
- 1.324
- Kata unik
- 493
- Durasi
- 18:30 (1.110 detik)
- Bahasa
- Indonesian (auto-generated)
- Metode
- transcript_panel
- Commit engine
- 7ad3851ac0ad
Semua unggahan pidato ini
Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.
| Video | Kanal | Diunggah | Token | Diambil via | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kanonik | Ra4_HJDql14
[FULL] Berapi-api! Pidato Presiden Prabowo Upacara Hari Lahir Pancasila: Saya Pe |
KOMPASTV | 2025-06-02 | 1.324 | panel transkrip | ok |
Sinyal kebijakan: MBG
Sinyal total 0 · token eksak 0 · frasa penuh 0 · ambigu 0
Topik yang terdeteksi
nasional dan identitas 109 tata kelola 6 pertahanan dan keamanan 2 ekonomi 1 kesehatan dan gizi 1
Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.
Transkrip
Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam Pancasila. Salam Pancasila. Yang saya hormati dan saya muliakan Presiden Kelima Republik Indonesia Prof.
Dr. Honoris Kaosa Megawati Soekarno Putri yang juga sekaligus adalah Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Yang saya hormati dan yang saya muliakan saudara Wakil Presiden Republik Indonesia, Saudara Gibran Rakabuming Raka. Yang saya hormati dan saya muliakan Wakil Presiden keenam Republik Indonesia Jenderal TNI Purnawirawan Tri Sutrisno. Yang saya hormati dan saya muliakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Bapak Muhammad Yusuf Kala. Ketua Majelis Permusatan Rakyat Republik Indonesia beserta para wakil ketua. dan para anggota yang hadir. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang mewakilinya para wakil ketua dan para anggota anggota Dewan Perwakilan Rakyat Repir, Ketua Dewan Perwakilan Daerah, para wakil ketua dan para anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang hadir, ketua, para wakil ketua dan para anggota lembaga-lembaga negara, Para menteri koordinator, para menteri kepala badan, para wakil
menteri kabinet merah putih, Kepala Badan Pembinaan ILI Pancasila, Jaksa Agung, Kepala BIN Panglima TNI, dan Kapolri, para Ketua Umum Partai Politik yang saya hormati dan saya banggakan, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara sebangsa dan setanah air di manaun pun engkau berada.
Pertama-tama sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Besar yang memiliki sekalian alam atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita, atas kesehatan dan atas kedamaian yang masih diberikan kepada seluruh bangsa Indonesia sehingga kita hari ini dapat bersama-sama memperingati hari peringatan hari lahir Pancasila di tempat yang bersejarah ini di tahun 2025 ini. Saudara-saudara sekalian, kita pada hari ini kembali memperingati hari lahir Pancasila sebagai momen dan peristiwa bersejarah ketika dasar negara kita dirumuskan oleh pendiri-pendiri bangsa kita.
Pada saat itulah dicapai suatu konsensus besar bangsa. Konsensus besar bangsa yang harus kita akui sebagai suatu prestasi cemerlang dari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang ditakdirkan untuk bersatu. Padahal terdiri dari ribuan pulau-pulau, ratusan kelompok etnis, agama-agama yang berbeda-beda dengan bahasa-bahasa daerah yang berbeda-beda.
Tapi berkat kearifan pendiri-pendiri bangsa kita, kita dapat bersatu. Dapat bersatu di tengah perbedaan. Bersatu di tengah kebinekaan. Berbeda tapi satu. Saudara-saudara sekalian, ternyata Pancasila inilah yang telah memperkenankan kita untuk bersatu di tengah gelombang dinamika dunia yang begitu penuh dengan ketidakpastian.
Tema peringatan hari ini memperkokoh ideologi Pancasila menuju Indonesia Raya. Ini tema yang tidak hanya ajakan, tapi merupakan komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa perjalanan bangsa menuju 100 tahun kemerdekaan dipandu oleh nilai-nilai Pancasila. Suatu ideologi dasar negara yang telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita.
selama tahun-tahun yang penuh tantangan. Saudara-saudara sekalian, ketika sekarang dunia dihadapkan pada ketidakpastian global, penuh dengan konflik antara negara-negara besar, penuh dengan tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, di mana yang kuat akan memaksa yang lemah.
untuk patuh kepada kehendak yang kuat. Indonesia harus bertahan hidup. Saudara-saudara sekalian, kita bersyukur bahwa kita sekarang sudah mulai merasakan bangsa Indonesia sebagai bangsa keempat terbesar di dunia dari segi jumlah penduduk, tapi juga bangsa. di dunia yang sudah mencapai ke-16 ekonomi terbesar dan dari tahun ke tahun menuju kekuatan demi kekuatan. Saudara-saudara sekalian, kita sekarang semakin sadar betapa besar kekayaan kita, tapi kita juga harus sadar bahwa kita masih banyak kekurangan, masih banyak tantangan.
Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa, terutama mereka-mereka yang pegang jabatan-jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat, dan sebagai mandataris rakyat. Saya sebagai Presiden Republik Indonesia melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan.
Saya menggunakan kesempatan ini di hari peringatan lahirnya Pancasila untuk menghimbau, mengajak seluruh seluruh unsur yang diberi kepercayaan oleh rakyat. Marilah kita kembali kembali ke nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur perjuangan kemerdekaan bangsa kita.
Marilah kita menggunakan momentum ini untuk memperbaiki diri, untuk memperbaiki sistem kita masing-masing. Saya pada kesempatan ini ingin menyampaikan justru di hari besar ini bahwa saya sebagai mandataris rakyat, saya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menegakkan Undang-Undang Dasar dan semua perundang-undangan di republik ini.
Insyaallah saya akan melaksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu, saya sekali lagi menghimbau, mengajak mereka-mereka jangan menganggap negara ini tidak ada. Jangan menganggap negara ini bisa dipermainkan. Jangan menganggap NKRI bisa dibohongi. Jangan menganggap NKRI bisa ditipu. Untuk kesekian kali lagi di tempat yang bersejarah ini, atas nama rakyat Indonesia saya memperingati semua unsur di semua lembaga segera benah diri, segera bersihkan diri karena negara akan bertindak.
Negara kita kuat. Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana, yang tidak setia kepada negara, yang melanggar undang-undang, yang melanggar undang dasar.
akan kita tindak. Saudara-saudara sekalian, jangan Pancasila menjadi mantra. Jangan Pancasila jadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar. Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti. Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan.
Saya percaya dan saya yakin pada saat sekarang ini di mana bangsa Indonesia di tengah tantangan global, kita harus kuat. Kekuatan kita hanya bisa datang kalau kita kompak bersatu. Kita hanya bisa kuat kalau negara kita bersih dari penyelengwengan korupsi, manipulasi, dan penipuan.
Saya kira itu inti daripada apa yang ingin saya sampaikan. Saya mengajak sekali lagi seluruh rakyat Indonesia bersatu. Perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokan. Ini selalu yang diharapkan oleh bangsa-bangsa asing, kekuatan-kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya. Ratusan tahun mereka datang, ratusan tahun mereka adu domba kita.
Sampai sekarang dengan uang mereka membiayai LSMLSM untuk mengadu domba kita. Mereka katanya adalah penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers. Padahal itu adalah versi mereka sendiri. Saudara-saudara sekalian, saya tidak mengajak bangsa Indonesia untuk curiga sama bangsa asing. Kita tidak boleh dipermainkan oleh bangsa manapun. Kita ingat kata-kata proklamator kita.
Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Saudara-saudara sekalian, para pemimpin kita adalah manusia. Para pemimpin kita banyak kelemahan dan kesalahan. Tapi janganlah kita lupa. Sekali-sekali jangan kita lupa jasa-jasa mereka. Jangan kita lupa prestasi-prestasi mereka, prestasi semua pemimpin kita sambil kita belajar dari kekurangan-kekurangan mereka.
Wujud kesetiaan kita kepada Pancasila, wujud kesetiaan kita kepada NKRI adalah seluruhnya, terutama para pemimpin. Pemimpin di pusat, pemimpin di provinsi, pemimpin di kabupaten, kota, pemimpin di kecamatan, pemimpin di desa. Jaga kepercayaan rakyat. Jangan menipu rakyat. Jaga kekayaan rakyat. Jangan mencuri dari kekayaan rakyat. Kalau tidak mampu, jangan masuk ke pemerintahan. Kalau tidak mau mengabdi kepada rakyat, jangan mau menerima mandat dari rakyat.
Saudara-saudara sekalian, marilah kita yakinkan bahwa Pancasila hidup. Pancasila bukan sekedar mantra. Kita tidak boleh diam bilamana nilai-nilai kita dilemahkan. Kita harus menjaga, harus membela, dan harus meneruskan nilai-nilai tersebut agar negara kita melangkah maju. Kekayaan kita sungguh besar. Saya sangat yakin dalam beberapa tahun ini kita akan bangkit. Bangkit sebagai negara yang hebat. Itu keyakinan saya.
[Tepuk tangan] Kekayaan kita sekali lagi sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat. Dan untuk itu saya bertekad akan menertibkan semua itu. Saya mohon dukungan seluruh rakyat Indonesia. Saya minta dukungan semua unsur, terutama generasi muda, terutama anak-anak muda. Kami adalah angkatan yang memang sebentar lagi harus meninggalkan podium.
Kami berbuat ini hanya untuk anak-anak dan cucu-cucu kita. Kita sekarang berjuang melawan korupsi supaya Anda mengambil alih negara dalam keadaan baik, kuat. Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia. Tidak boleh ada kelaparan di Indonesia. Mari kita bersatu. Jangan ragu-ragu melihat pejabat pemimpin melanggar.
Laporkan. Sekarang kita punya teknologi. Setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget. Kalau ada bukti pelanggaran, segera siarkan. Jangan terima penyelewengan. Jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya dan tidak setia kepada bangsa dan negara. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Dirgahayu Pancasila, jayalah Indonesia.
Marilah kita tidak lupa jasa-jasa proklamator-programator kita, jasa-jasa pahlawan kita yang telah berkorban untuk kita. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salvei. Om santi santi santi. Om. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu-rahayu. Salam Pancasila. Salam Pancasila. Merdeka! Merdeka!
Merdeka! Terima kasih. [Tepuk tangan] Yeah.