Daftar / 2026-07-10

Full Pidato Presiden Prabowo di Lombok, MBG KITA LANJUTKAN...!!! Oknum yang Nakal PERIKSA..!!

10 Jul 2026 KOMPASTV 52:30 full_media caption_api 3 unggahan

Sumber

Video kanonik
guZ8TO7OaIQ
Transkrip dari
engine/data/prabowo/raw/guZ8TO7OaIQ.json
Jumlah token
3.213
Kata unik
964
Durasi
52:30 (3.150 detik)
Bahasa
Indonesian (auto-generated)
Metode
caption_api
Commit engine
7ad3851ac0ad

Semua unggahan pidato ini

Hanya satu yang dipakai untuk hitungan. Sisanya tetap dicatat.

VideoKanalDiunggahTokenDiambil viaStatus
kanonik YYas7H5zORI
Full Pidato Presiden Prabowo di Lombok, MBG KITA LANJUTKAN...!!! Oknum yang Naka
Tribun Lombok 2026-07-10 3.129 caption API ok
kanonik guZ8TO7OaIQ
[FULL] Pidato Berapi-api Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan di Indonesia: Sen
KOMPASTV 2026-07-10 3.126 caption API ok
bvLTXCGnFT4
Pidato Presiden Prabowo Menggebu-gebu: Saya Tidak akan Biarkan Anak Lapar, MBG K
tvOneNews 2026-07-10 1.664 caption API ok

Sinyal kebijakan: MBG

Sinyal total 7 · token eksak 7 · frasa penuh 0 · ambigu 0

Topik yang terdeteksi

nasional dan identitas 129 pangan 20 tata kelola 18 pertahanan dan keamanan 12 ekonomi 11 mbg 7 kesehatan dan gizi 5

Sinyal leksikal, bukan klasifikasi.

Transkrip

Cap waktu di kiri bertaut ke detik yang tepat di YouTube.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati Menteri Pekerjaan Umum sebagai penyelenggara, Saudara Dodi Hanggodo beserta seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Saudara Agus Harimurti Yudeyono, Menteri Koordinator Pangan, Saudara Sul Kifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara, Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian, Saudara Andi, Amran Sulaiman. Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subianto.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo. Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letc Tedi Indrawijaya. [bersorak] para Gubernur Nusa Tenggara Barat, saudara Muhammad Iqbal [bersorak] beserta Fork Pimda Provinsi NTB yang hadir, Gubernur Bali melalui video conference Saudara Iwayan Coaster, Bupati Lombok Barat, Saudara Lalu Ahmad Zaini, Bupati Bima, saya ulangi Walikota Mataram, Saudara Mohan Roliskana, Bupati Bima, Saudara Andi Mahyudi, Bupati Dompu, Saudara Bambang Firdaus, Bupati Sumbawa, Saudara Sarafudin Jarot, Bupati Lombok Timur, Saudara Khairul Warisin.
Bupati Lombok Tengah, Saudara Lalu Fatul Bahri. Bupati Lombok Utara, Saudara Najmul Akhyar. Ini mereka hadir vikon semua. Oh, ada semua tadi. Oh, yang saya hormati para pimpinan perusahaan BUMN dan swasta yang hadir. Ya, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI yang hadir, para pimpinan daerah dan Forko PIMDA pada empat bendungan yang hadir melalui video conference Bendungan Jelantah di Kabupaten Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah, Bandung Sidan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Bandung Keute di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Bandung Rukoh di Kabupaten PIDI, Provinsi Aceh. para tokoh agama, para tokoh masyarakat, para kelompok tani yang saya hormati yang hadir, seluruh warga masyarakat di sekitar bendungan.
Para hadirin, tamu undangan, saudara-saudara sebangsa dan setanah air di mana pun Engkau berada yang mengikuti acara ini. Tentunya sebagai insan yang bertakwa, kita selalu tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala. Tuhan maha besar, Tuhan maha kuasa yang memiliki sekalian alam.
Hanya kepadalah kita berdoa dan hanya kepadanyaalah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, berkah, kebaikan, kedamaian yang masih diberikan kepada kita atas kesehatan, atas nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga hari ini kita dapat berkumpul bersama di tempat yang berbahagia ini.
Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB [tepuk tangan] yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. [bersorak][tepuk tangan] Walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya. [bersorak] Rasanya saya masih hutang banyak sama rakyat NTB itu.
[bersorak] Tenang aja, masih ada berapa tahun kita. [bersorak] Terima kasih atas kesempatan ini. Terima kasih Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kelayahan. Terima kasih keluarga besar PU atas ee pekerjaan yang saudara laksanakan bertahun-tahun. Saudara-saudara, pembangunan suatu bangsa itu adalah pekerjaan yang besar, perjuangan yang panjang, pembangunan bangsa itu tidak 1 tahun, tidak 2 tahun, belasan tahun, puluhan tahun.
Bendungan ini tadi disebut dimulai pada tangga tahun tahun berapa? 15 14 14. Kalau semua teriak saya enggak bisa dengar. Menteri PU tahun berapa ini dimulai? 2019 2019 19 19 19 19 Baik. Apapun pembangunan seperti ini memerlukan waktu, memerlukan biaya, memerlukan sumber daya.
Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. [bersorak] Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah [mendengus] untuk kebaikan semua. Berpikirlah [mendengus] untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia.
Dari mana rakyat berasal, apapun sukunya, apapun agamanya, apapun latar belakangnya. Ini yang saya selalu mengajak saya. Kebetulan saya ini suka belajar sejarah. Itu hobi saya. Saya belajar sejarah terus tidak pernah berhenti sampai hari ini. Sampai hari ini ada hal-hal yang saya dapat dari belajar sejarah peradaban manusia.
Ada hal-hal yang saya dapat yang saya yakini. Bangsa yang berhasil, bangsa yang besar, bangsa yang bisa meraih kemakmuran untuk rakyatnya adalah bangsa yang bersatu. [tepuk tangan] Bangsa yang punya jiwa besar [tepuk tangan][bersorak] bukan jiwa kecil. Bukan bangsa yang punya dendam, bukan bangsa yang terpecah-pecah, terkotak-kotak, yang saling iri.
Bukan bangsa yang penuh dengki, punya penuh curiga. Bukan bangsa yang hanya memikir diri sendiri, kelompoknya. Betul. [berteriak] Cinta kita adalah cinta tanah air, cinta merah putih, cinta negara dan bangsa. [bersorak] Hanya dengan cinta tanah air berarti kita cinta bangsa Indonesia. Kita harus hormati dan cintai bangsa kita sendiri.
Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita. Tidak [berteriak] ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita. [bersorak] Bahkan dari dulu mereka ingin pecah belah kita, pecah belah kita, pecah belah kita. Diveda @ impera. Jadi, Saudara-saudara saya bersyukur ini simbol kerja keras, ini simbol persatuan.
Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang ground breaking, pemerintah yang mulai bangun, mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah namanya pembangunan bangsa. Ini namanya kebangkitan bangsa. Pembangunan bangsa, kebangkitan bangsa. bukan jatuh dari langit.
Kemakmuran tidak ada di pohon, jatuh dari langit. Tidak. Kemakmuran, kerja besar, kerja keras, kerja bersatu. Saudara-saudara, dari yang saya belajar dari sejarah tadi, bangsa yang berhasil, bangsa yang bersatu. terutama elitnya, pemimpin-pemimpinnya harus bersatu, harus legowo.
Legowo itu bahasa Jawa ya, bahasa Pak Lalu, bahasa Lombok apa? Hah? Lapang dada. Lapang dada. Ya. Jadi kita sebagai bangsa yang pernah ratusan tahun dijajah, dihina, dianggap lebih rendah dari anjing. Kekayaan kita diperes sampai hari ini, sampai hari ini kita masih dianggap rendah.
Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita, yang iri karena kita kaya, yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita. Dan kalau bisa Indonesia pecah. Saudara-saudara ini saya di setiap kesempatan saya memberi peringatan ada yang tidak percaya sama Prabowo? Ada enggak apa-apa yang penting kita mengerti.
Saya terima kasih. Saya mengerti, saya paham. Saya diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia. Saya dipilih oleh rakyat Indonesia. Dan saya akan setia kepada rakyat Indonesia. [bersorak] dengan segala apa yang saya miliki dengan segala tenaga, dengan segala pikiran, dengan segala energi yang saya miliki hanya satu, saya akan mengab abdi kepada bangsa dan rakyat saya.
[bersorak] Dan saya tidak akan gentar, saya tidak akan [berdehem] pernah menyerah. Apalagi kalau rakyat saya terancam. [bersorak] [berteriak] Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin. Saya tidak rela. [bersorak] Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela [bersorak] [berteriak] segelintir elit di Jakarta berpendapat dapat bahwa perut lapar itu tidak penting.
Saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar. Itu penting bagi saya. [bersorak] Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Dan alhamdulillah Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri. [bersorak] Masalah bagi bangsa Indonesia juga masalah bagi kita semua.
Saya minta kita introspeksi terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini saya lihat ya. Birokrat introspeksi kita semua introspeksi pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi saudara adalah milik rakyat. [bersorak] Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, [bersorak] topimu dari rakyat.
[bersorak] Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan. Demikian juga Anda jaksa ya? Iya. Pakai bintang juga kau. Kau juga milik rakyat. [bersorak] Saudara-saudara, kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat dengan perlawanan perlawanan banyak dari kelompok-kelompok terutama koruptor-koruptor itu [bersorak] ini ada wartawan, jadi saya enggak boleh bicara.
Saya harus bicara hati-hati. Saya harus bicara sopan. Saya enggak saya enggak boleh bilang koruptor itu bajingan. Enggak boleh itu. [bersorak] Oh, nanti ini yang nanti diblue up yang ini. Prabowo banjingan presiden ngomongnya harus sopan halus. Benar. Benar. Benar.
Iar mau y Anda mau bicara saya mau mau saya bicara sopan atau mau bicara saya jujur? Hah? [bersorak] [bersorak] Saya kadang-kadang saya kadang-kadang bersyukur saya ini sudah pensiun. Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu [berdehem] rasanya itu. [bersorak] Tapi harus sesuai prosedur hukum ya kita laksanakan. Kita kita akan tegakkan hukum, Saudara-saudara.
Dan hukum itu untuk semua. Bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja, [bersorak] Saudara-saudara. Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar 9,79 triliun. 9,79 triliun. Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah.
Saya meresmikan launching Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat [mendengus] solar dari tanaman nabati dari kelapa sawit. Solar kita sekarang, [bersorak][tepuk tangan] solar kita sekarang 50% dari kelapa sawit. Dan mulai hari-hari ini kita sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri.
[bersorak] Dengan demikian, dengan demikian kita akan menghemat 170 triliun. Bayangkan hari ini kita resmikan lima bendungan yang Menteri Pertanian laporkan kepada saya. Lima bendungan ini nanti dengan teknologi dengan benih yang terbaik bisa menghasilkan 1 juta ton beras.
Lima bendungan ini. Lima bendungan ini 9,79 triliun. Dari B50 kita akan menghemat 170 triliun. Bayangkan berapa puluh bendungan yang kita bisa bangun tiap tahun. Berarti 17 * 5 kira-kira ya. Berapa Meknek? 17 * 5.5. Hah? 85. 85. Ini Meknek pintar. Makanya dia jadi Meknek, Saudara-saudara.
Jadi ini prestasi kita negara pertama di dunia. Satu yang berani bikin B50. Dua, berhasil bikin B50. Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Tidak bisa nanti mesin rusak, nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin, nanti ini nanti itu. Pokoknya mereka enggak mau kita B 50.
karena dia mau supaya ee apa itu impor dia mau impor-import di situ dia ambil komisi. Bayangkan 170 triliun kalau komisinya 20% berapa itu? 30 triliun. 34 triliun. Dimakan hanya berapa belas orang? yang kita perjuangkan yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya dengan mandat yang diberikan oleh rakyat yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi Kalau bisa menghabisi korupsi, [bersorak] [tepuk tangan] melakukan penghematan, melakukan efisiensi.
Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur. Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih meraja [bersorak] Indonesia tidak mungkin makmur kalau banyak kebocoran. Saudara-saudara sekalian, saya selalu berpesan kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga. Marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri.
Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri. Jangan, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. [bersorak] Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan. Betul. Saudara-saudara, saya juga merasa besar hati, bangga berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan.
BUMNBUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun sedikit demi sedikit mulai kita benahi. Saya waktu dilantik boleh ya saya bicara agak panjang boleh [bersorak] Pak Gubernur? Boleh Pak Gun nanti masa saya datang resmikan selesai pulang [bersorak] [tepuk tangan] kalian mau datang?
Hah? [bersorak] Kalau birokratbirokrat saya enggak ngerti. Rakyat mau saya terus atau tidak? [bersorak] Karena ini penting penting. Lanjutkan. Jadi, Saudara-saudara, karena ada suatu suatu penyakit bukan hanya di negara kita, tapi di dunia ini, sosmet ini bisa diperalat.
Orang punya duit dia bisa main di sosmet. Jadi cerita di sosmet belum tentu cerita yang sebenarnya. [bersorak] Rakyat jangan tertipu ya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih. Saudara-saudara, jadi saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi rugi rugi rugi tahun ini mulai untung, Saudara-saudara sekalian.
Mulai untung. Ya, dulu saya juga waktu dilantik jadi presiden, minggu-minggu pertama saya kaget. Kaget saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi presiden, baru saya diberitahu BUMN kita 1000 107.
Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi. Sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. ini kita tertibkan sampai akhir bulan Juli. Sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang enggak beres sudah kita tutup.
[bersorak] Nanti akhir Juli ini akan 250 BMN kita tutup. Desember 3126 akan tutup jumlahnya 800 BEOMEN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi. Terus kita tutup. Dari gaji direksi saja sampai sekarang overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati 70 triliun.
70 triliun sudah kita hemat, Saudara-saudara. Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT Pal mau dijual, PT Pindat mau dijual, PTDI dibunuh, mau dijual kita bangkitkan sekarang.
Kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu. [bersorak] PTP sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT Pal sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, Saudara-saudara sekalian. Pindat sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi.
Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindak. Senjata kita teruji. Tentara kita angkatan Darat 13 kali juara umum di pertandingan nembak Australia. 13 kali ya. 13. 13 kali pertandingan itu tiap tahun atau tiap 2 tahun? 2 tahun sekali.
2 tahun sekali. Jadi bayangkan sudah 26 tahun tentara Indonesia [berdehem] juara nembak sa Asia Pasifik yang ikut tentara Austral, tentara Amerika, tentara Jepang, Vietnam, tentara negara-negara hebat. tentara Malaysia, tentara Singapura. Tiap tiap kali menang mereka curiga.
Jangan-jangan Indonesia curang. Mau curang apa? Pertandingan pertandingan mereka, panitianya panitia mereka, tempatnya di tempat mereka. Sistem pertandingan. Sistem pertandingan mereka susun prajurit kita juara. Artinya apa? Prajurit kita berarti anak-anak petani enggak ada anak orang kaya mau jadi tentara. Ada enggak?
[berteriak] Artinya prajurit Indonesia dikasih perlengkapan yang tepat. Makannya enggak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang cukup latihan, dia juara. Juara antara tentara terbaik di dunia. Ini sekali lagi lambang simbol saudara-saudara kita dalam 18 bulan ini pemerintahan yang saya pimpin, kita telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia kita bisa turunkan harga pupuk. Saudara-saudara sekalian.
untuk pertama kali dalam berapa puluh tahun kita sekarang sudah surplus surplus beras. Bagaimana kita sudah surplus jagung belum? Hah? Sudah jagung jagung pakar pakan pakan sudah. Terima kasih TNI dan Polri atas sumbangan saudara-saudara. TNI dan Polri kerja keras untuk bantu kita sasembada. Saudara-saudara sekalian untuk pertama kali dalam sejarah kita banyak merintis pertama kali dalam sejarah untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia juga kita sekarang punya dana kedaulatan kita sendiri.
Sovereign well fund yang namanya Danantara. Danantara sekarang sudah mungkin kelima terbesar di dunia. Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia. Kita jadikan satu. Dulu banyak yang menentang. Sekarang sudah terbukti pelan-pelan kita perbaiki. Garuda tadinya mau dijual saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit.
Bulan depan sudah mulai untung. Dari sekian puluh tahun rugi. Saudara-saudara, pelan-pelan kita perbaiki ini semua. kita perbaiki semua kekurangan. Saudara-saudara, saya titip kepada instansi yang terkait jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik.
Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Saudara-saudara sekalian, setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan.
Kita saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. [tepuk tangan] Dari kita impor, impor, impimport. Sekarang kita sudah mulai ekspor, ekspor pangan ke negara-negara lain. Kita sekarang diminta bantuan. Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kita bisa jual Uria ke mereka.
Brazil, Filipina, India. Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus. Saudara sekalian, saya titip NTB, pimpinannya, para gubernur, bupati, para elit, pimpinan dengan arif, pimpinlah dengan baik, pimpinlah dengan cinta kepada rakyat.
Dasarnya adalah demikian. Cintai rakyatmu, urus rakyatmu. Gunakan kebijakan-kebijakan yang akal sehat. Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. [bersorak] [tepuk tangan] Hindari, jauhi pikiran dan niat seperti itu. Jauhi. itu dosa yang paling yang paling jahat.
[berteriak] Jangan lupa, Saudara pemimpin adalah untuk melayani rakyat, bukan untuk buat rakyat lebih susah. [bersorak] Terima kasih. Saya mengajak semua unsur mari kita bersatu. Mari kita saling memaafkan kekurangan kita masing-masing. Kita punya kekurangan semuanya. Mari kita maafkan. Kita bersatu.
Kita berpikir baik. Keluarkan kebaikan. Jangan berpikir jahat. Jangan licik. Jangan nipu. Jangan bohong. Pemimpin yang suka bohong adalah bencana bagi rakyat. Saudara-saudara sekalian. [bersorak] Saya kira cukup ya. Sekian. Cukupkah? [bersorak] Cukup ya, [bersorak] Pak.
Apa? [bersorak] Lanjut. [bersorak] Ada kopi. [bersorak] [tepuk tangan] Minta izin boleh Pak kalau ulama bilang boleh ya saya minumlah. Itu baru kopi itu. Tapi bahaya ini kalau saya minum kopi ini 3 jam pidato saya. Hah? Kuat dengar saya 3 jam. Kuat. Yang enggak kuat saya berdiri itu yang senang itu media nungguin [tertawa] Prabowo ngomong apa lagi nih?
Ah, dia senyum semua itu. Benar. Iya kan? Kalau aku kalau aku baca pidato, kalian enggak senang. Kalau pidato ini sudah pasti bagus ya. Kalau tanpa teks ah nunggu ini Prabowo salah ngomong. [tertawa] Enggak enggak ada urusan ya. Karena saya bicara dari hati saya. [bersorak] Saya ingin Indonesia hebat. Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin.
Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. [berteriak] [bersorak] MBG kita teruskan. [bersorak] Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. [bersorak] Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh meriksa semua dapur MBG saudara periksa. [bersorak] Laporkan ke Kepala BGN kalau perlu lapor langsung ke saya.
[bersorak] Gampang ngomong di TikTok langsung aku kirim tim untuk selesaikan. Benar. Enggak [bersorak] usah susah-susah. Nomor telepon ini. H Dandim. Kapolres Kapolsek. Silakan periksa. Periksa, periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain. Jangan.
Saya sudah lama jadi orang Indonesia, Saudara-saudara. Hah? E manggil-manggil minta setoran. Rakyat awasi [berteriak] rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget. Tapi memang ya orang kalau mau nyolong ada aja ya. Eh ada aja. Gue heran juga itu. Ayam ayam tuh ayam tuh biasanya itu bisa dipotong delapan ya. Kalau negara kaya, kayak Amerika, satu orang jadi ayam dipotong empat, satu orang makan seperempat ayam. Negara kaya itu. Ya kalau kita ya satu ayam potong 8 atau 10 lah ya.
Paling paling kecil 12 lah. Jangan pula dipotong 18 atau 22. Wah, ini ada wartawan. Kalau enggak aku pengin ngomong enggak boleh. Enggak boleh. Nanti saya dimarahin. Disangka kita enggak ngerti. Iya kan? Ayam dipotong 12 10, ayam dipotong 20 kelihatan. Jadi makannya kecil sedikit ayamnya kecil.
Habis itu Ibu Nani kalau dengar pidato ini, Ibu Nani ya ee MBG jangan bikin telur dadar, telur rebus atau ceplok ya. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam itu ya. Hah? Itu bisa empat orang makan satu ayam itu. Apaagi? Apa itu namanya? Scran bird. Apa tu? Scenberd ya?
Orek. Or orek. Apalagi orek itu nanti orenya sedikit lagi. Iya. Jadi kita ini, Saudara-saudara, MBG ini adalah sangat strategis karena ini makan untuk anak-anak kita, generasi penerus. Dia harus sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik. Dia berkembang sehat.
Dia bisa jadi petani yang sehat. Dia bisa jadi pekerja yang baik. Dia bisa jadi ilmuan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makannya enggak bagus, dia nanti tidak maksimal. Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu-ibu hamil. Coba dicek ada enggak kita desa terpencil belum sampai Pak.
Apa terpencil belum tersampai apa belum sampai? Oh, ada yang belum sampai. [bersorak] Ya, itu saya minta kesabaran karena itu memang perjuangan kita. Mungkin baru sampai semua saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan negara kita besar sekali ya. Negara kita besar sekali.
Pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu. I baik. Saya kira cukup sekian ya. Terima kasih perhatian saudara. Bendungan-bendungan ini hanya simbol. Kita perlu berjuang lebih keras lagi. Kita perlu bendungan-bendungan lebih banyak. Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar.
Kita akan bangun nanti tenaga surya 100 GW. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia itu bagaimana, Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Om Santi. Santi. Santi Om. Terima kasih. Selesai. Merdeka. Merdeka. Terima kasih semua. Penekanan tombol sirene mohon berkenan mendampingi Menko Pangan, Menko Infra, Menteri PU, Mentan, dan perwakilan petani. Kami persilakan nanti di sini.
Ayo. Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Jumat 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan yang maha besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Dengan ini saya resmikan Bendungan Meninting Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bendungan Rukoh dan Keruto Bali.
[musik] [musik] [musik] [musik]

← 9 Jul 2026 · 12 Jul 2026 →